Jakarta, HALOBANTEN.COM – Tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan korban jiwa berimbas pada sejumlah aturan pertandingan. Salah satunya, waktu kick-off sepak bola. Dimana, pertandingan tidak boleh digelar di atas jam 5 sore
Perubahan kebijakan disampaikan pemerintah melalui Menteri BUMN Erick Thohir setelah bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Doha, Qatar, Rabu (5/10/2022).
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, FIFA telah menuliskan surat yang menerangkan bahwa pertandingan di Indonesia tidak ada lagi yang bergulir terlalu malam seperti sebelumnya.
“Poin empat (dari surat yang disampaikan FIFA, red) ini lebih menarik. Mungkin untuk dunia televisi akan teriak-teriak bahwa pertandingan tidak lagi diperbolehkan di atas jam 5 sore,” tutur Erick Thohir.
Erick Thohir mengeklaim bahwa FIFA memajukan jam pertandingan sepak bola Indonesia maksimum pukul 17.00 demi kepentingan suporter.
“Kenapa jam tayang itu nanti paling malam jam 17.00, tidak lain untuk mempermudah suporter untuk mendapatkan akses transportasi publik,” ujar Erick Thohir.
FIFA juga menyoroti soal kendaraan umum. Jika di malam hari tidak ada kendaraan umum, suporter jadi tidak mudah pulang dan bisa menyebabkan kerumunan yang kemudian berpotensi menimbulkan perseteruan.
Erick Thohir juga ingin sistem ticketing di Tanah Air meniru Eropa. Di mana seluruh data suporter terdaftar dalam sebuah database.
“Kemudian suporter nantinya wajib masuk dalam database. Seperti di Eropa. Semua suporter di Eropa sudah teregistrasi,” lanjutnya.
“Jadi masing-masing suporter juga bertanggung jawab ketika sudah terdaftar,” ucapnya.
Jika suporter tersebut melakukan tindakan-tindakan kriminalitas, data itu sudah tercatat.
Nantinya pembangunan dengan database digital ini akan dilakukan, dan ditulis oleh FIFA. (WAL/RED)















