Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Camat Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Erwin Gemala, menyampaikan kondisi banjir di wilayah Kecamatan Setu relatif terkendali sepanjang tahun 2026. Hal tersebut ia sampaikan usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Babakan, Senin (19/1/2026).
Erwin mengungkapkan sejumlah kelurahan memang masih mengajukan usulan penanganan banjir. Namun secara umum, wilayah Kecamatan Setu tidak lagi mengalami genangan signifikan saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Untuk penanganan banjir, Kecamatan Setu tahun ini relatif tertangani,” kata Erwin.
Erwin menjelaskan salah satu titik rawan banjir sebelumnya berada di kawasan Perumahan Serpong Citra Prima 2, Kelurahan Kranggan. Pada musim hujan, air kerap meluap ke area permukiman.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) telah melakukan pelebaran saluran air pada tahun 2025. Hasilnya, wilayah tersebut tidak lagi menerima laporan banjir meski curah hujan tinggi terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Setelah pelebaran saluran air selesai, sampai sekarang tidak ada laporan banjir meskipun hujan deras,” ujar Erwin.
Bank Sampah dan TPS3R Masih Kurang
Selain persoalan banjir, Musrenbang kelurahan tahun 2026 juga banyak menyoroti pengelolaan sampah. Usulan warga mencakup penambahan bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R).
Saat ini, Kecamatan Setu memiliki 50 bank sampah yang tersebar di enam kelurahan. Sementara itu, tujuh TPS3R beroperasi di empat kelurahan, yakni Kademangan, Setu, Bakti Jaya, dan Babakan.
Erwin menyebut jumlah tersebut masih belum memenuhi kebutuhan wilayah. Kecamatan Setu memiliki 88 Rukun Warga (RW), sementara kebijakan















