Tangerang, HALOBANTEN.COM — Di sejumlah sudut permukiman di Kabupaten Tangerang, Banten, harapan mulai tumbuh seiring hadirnya program perbaikan rumah bagi warga berpenghasilan rendah. Bukan sekadar memperbaiki bangunan, inisiatif ini membuka jalan menuju kehidupan yang lebih layak dan produktif.
Momentum tersebut terlihat saat Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah mendampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dalam peluncuran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2026, akhir Maret lalu.
Suasana di lapangan memperlihatkan langsung kondisi rumah warga yang membutuhkan perhatian. Dalam kunjungannya ke Kecamatan Tigaraksa, Menteri PKP Maruarar menegaskan percepatan program akan terus berjalan dalam beberapa tahap ke depan.
“April kita genjot, lalu lanjut tahap berikutnya pada Mei,” ujarnya, memberi gambaran ritme kerja pemerintah dalam memperluas jangkauan bantuan.
Lebih jauh, sekitar 1.308 rumah di 20 kecamatan masuk dalam sasaran program tahun ini. Angka tersebut menjadi bagian dari upaya nasional yang lebih besar dalam memperbaiki kualitas hunian masyarakat.
Namun demikian, pendekatan yang terbangun tidak berhenti pada fisik bangunan. Pemerintah pusat bersama daerah mulai mengaitkan bantuan rumah dengan penguatan ekonomi warga. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak seperti BP Tapera, BRI, PNM, dan SMF.
Selaras dengan itu, Bupati Maesyal menyebut arah kebijakan tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah serta program Presiden RI Prabowo Subianto. Ia menjelaskan setiap rumah memperoleh dukungan dana Rp20 juta yang terintegrasi dengan akses pembiayaan usaha.
Pamkab Tangerang Sudah lebih Dulu Luncurkan Program
Di sisi lain, Kabupaten Tangerang telah lebih dulu menjalankan program serupa secara rutin. Setiap tahun, setidaknya 1.000 rumah mengalami perbaikan melalui berbagai skema, termasuk program di tingkat kecamatan.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga mulai mengaitkan bantuan hunian dengan aktivitas produktif. Warga menerima dukungan seperti budidaya lele, bantuan pangan, hingga bibit pertanian agar kebutuhan ekonomi tetap bergerak.
“Rumah layak menjadi awal. Setelah itu, ekonomi keluarga juga harus tumbuh,” kata Maesyal.
Keberlanjutan program sangat bergantung pada kondisi ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap pendapatan asli daerah terus meningkat agar cakupan bantuan dapat diperluas pada tahun mendatang.
Dengan demikian, program BSPS bukan sekadar agenda pembangunan, melainkan upaya menghadirkan perubahan nyata dari tempat tinggal yang lebih aman hingga peluang hidup yang lebih baik bagi masyarakat.
(Jar)















