Sport, HALOBANTEN.COM – Junianto, pemilik Tornado FC, menyebut ada kemungkinan memindahkan homebase-nya ke Jawa Tengah.
Pria yang kraib disapa Anto Van Java itu memiliki sejumlah alasan.
Seperti diketahui, Tornado FC lolos ke Liga 2 musim depan meski takluk pada final Liga 3, Kamis (27/2/2025) malam WIB di Stadion Indomilk Arena, Tangerang.
Tornado FC lolos ke Liga 2 karena berstatus runner-up. Adapun juara direngkuh oleh Sumut United.
Kemudian disusul Persiba Balikpapan yang lolos setelah menempati posisi ketiga.
“Tornado harus lolos Liga 2, dan Alhamdulillah bisa, tetapi hari saya kecewa kok bisa permainannya menurun, drastic,” kata Anto, sebutan akrab Junianto.
“Dua kali pertemuan lawan Sumut United kita draw dan menang. Ada apa ini? Mau ta marah-marahin ini,” sambungnya.
Tornado FC Bermarkas di Kendal
Masih dalam kesempatan yang sama, Anto juga membuka peluang untuk berkandang di Jawa Tengah.
Besar kemungkinan, Tornado FC bakal bermarkas di Kendal.
“Yang jelas kita mau di Jawa Tengah. Peluang terbesarnya di Kendal,” tegas Anto.
Pihaknya memiliki training center di Salamsari (Charlie Sport) dan memiliki tanah di Kalikangkung di perbatasan Kendal.
“Jadi peluang yang paling tinggi ya di Kendal,” tuturnya.
Sementara, jika di Pekanbaru ada PSPS. Jika PSPS kemarin naik Liga 1, otomatis Tornado FC main di sana juga, karena Tornado FC juga harus mencari suporter.
“Kita ikut saja hasil undiannya, karena besok ada dua grup ya, barat dan timur. Apalagi kita di Jateng sudah padat, ada PSIM, Persijap. Yang jelas peluang utama main di Jawa Tengah,” kata Anto.
Terkait nama klub, pihanya akan akan menyesuaikan dengan nama daerah.
Misalnya di Kendal nanti namanya Kendal United, dan jika Semarang nanti akan disesuaikan juga.
“Namun basisnya tetap Jawa Tengah, karena saya kan di Jateng, terlanjur membangun TC, punya tanah. namanya klub perserikatan pasti banyak suporternya,” terangnya.
Kedekatan antara Anto Van Java dengan PSIS Semarang tidak perlu diragukan lagi.
Ia juga sebenarnya sudah mengajukan diri untuk membeli tim berjulukan Laskar Mahesa Jenar tersebut.
“Kita sudah tiga kali ajukan tawaran (kepada Yoyok Sukawi, untuk men-take over PSIS), enggak mau dilepas juga,” kata Anto.
“Akhirnya bangun Tornado ini. Kebetulan kita beli dari teman di Pekanbaru. Kita kelola, tahun pertama sudah langsung naik,” katanya lagi.
“Kalau PSIS sih hati saya masih tetap biru,” tegas Pak Anto menambahkan.
“Saya bisa menghormati Mas Yoyok, dia kan masih mencintai. Sampai sekarang saya masih berharap PSIS dilepas. Saya ingin membesarkan PSIS,” beber dia.
(Awal/Red)
























