Sementara, jika di Pekanbaru ada PSPS. Jika PSPS kemarin naik Liga 1, otomatis Tornado FC main di sana juga, karena Tornado FC juga harus mencari suporter.
“Kita ikut saja hasil undiannya, karena besok ada dua grup ya, barat dan timur. Apalagi kita di Jateng sudah padat, ada PSIM, Persijap. Yang jelas peluang utama main di Jawa Tengah,” kata Anto.
Terkait nama klub, pihanya akan akan menyesuaikan dengan nama daerah.
Misalnya di Kendal nanti namanya Kendal United, dan jika Semarang nanti akan disesuaikan juga.
“Namun basisnya tetap Jawa Tengah, karena saya kan di Jateng, terlanjur membangun TC, punya tanah. namanya klub perserikatan pasti banyak suporternya,” terangnya.
Kedekatan antara Anto Van Java dengan PSIS Semarang tidak perlu diragukan lagi.
Ia juga sebenarnya sudah mengajukan diri untuk membeli tim berjulukan Laskar Mahesa Jenar tersebut.
“Kita sudah tiga kali ajukan tawaran (kepada Yoyok Sukawi, untuk men-take over PSIS), enggak mau dilepas juga,” kata Anto.
“Akhirnya bangun Tornado ini. Kebetulan kita beli dari teman di Pekanbaru. Kita kelola, tahun pertama sudah langsung naik,” katanya lagi.
“Kalau PSIS sih hati saya masih tetap biru,” tegas Pak Anto menambahkan.
“Saya bisa menghormati Mas Yoyok, dia kan masih mencintai. Sampai sekarang saya masih berharap PSIS dilepas. Saya ingin membesarkan PSIS,” beber dia.
(Awal/Red)















