Serpong, HALOBANTEN.COM – Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI) secara resmi telah menunjuk seorang Fisioterapis baru untuk memimpin Tim Garuda dalam Artalive Challenge Cup.
Orang yang ditunjuk tersebut adalah Tubagus Shofhal Jamil, yang berasal dari Cilenggang Serpong.
Untuk informasi tambahan, Tubagus Shofhal Jamil lulusan program S2 di Rusia dengan jurusan Pendidikan Jasmani untuk Orang dengan Disabilitas.
Selain menjadi Fisioterapis Timnas, Tubagus Shofhal Jamil juga menjadi dosen di Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), dan tergabung dalam Program Studi Fisioterapi.
Bergabung dalam Timnas Sepak Bola Amputasi merupakan sebuah tantangan, terutama dalam penanganan fisioterapi sebelum dan sesudah cedera.
Cidera yang paling sering dialami oleh para pemain timnas termasuk cedera pada pergelangan kaki yang terkilir, ligamen anterior cruciate (ACL), pergelangan tangan, siku, dan bahu.
Dalam ilmu biomekanik, terdapat perubahan COG (Central of Gravity) yang terjadi pada pemain sepak bola amputasi. Mereka berdiri, berlari, dan menendang hanya dengan satu kaki, sehingga semua komponen stabilisasi terkonsentrasi pada satu titik utama, yaitu area yang tidak diamputasi.
Dampaknya adalah terjadinya penggunaan berlebihan (overuse) pada area pergelangan kaki, lutut, panggul, pergelangan tangan, siku, dan bahu.
Oleh karena itu, seorang fisioterapis harus memiliki kemampuan untuk menganalisis dan merancang strategi rencana untuk mencegah cedera dan melakukan rehabilitasi setelah cedera. (***)















