Jakarta, HALOBANTEN.COM – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih siap bertransformasi menjadi tulang punggung penyaluran berbagai kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari sembako hingga gas LPG 3 kg. Inisiatif ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menegaskan peran vital BUMN dalam menggerakkan perekonomian rakyat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menjelaskan bahwa BUMN akan menjadi pilar utama keberhasilan Koperasi Merah Putih. “Setelah saya pelajari, semua ini terkait erat dengan BUMN kita,” ujar Zulhas usai rapat bersama Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta Pusat.
Dukungan BUMN mencakup berbagai aspek. Untuk permodalan, plafon hingga Rp 3 miliar akan disediakan oleh bank-bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Selain itu, Koperasi Merah Putih juga akan berperan sebagai agen penyalur pupuk dan gas, dengan pasokan dari Pertamina Patra Niaga.
Tidak hanya itu, Zulhas menambahkan bahwa Koperasi Merah Putih juga akan menjadi agen penyalur sembako, dengan pasokan utama dari Bulog dan ID Food. Potensi Koperasi Merah Putih bahkan diperluas hingga menjadi penyalur bantuan sosial (bansos) melalui kerja sama dengan PT Pos Indonesia.
Pengembangan sistem digital juga menjadi perhatian utama. “Kita ingin membuka peluang menjadi penyalur bansos dengan PT Pos, yang juga BUMN,” terang Zulhas.
Ia menyoroti pentingnya sistem yang terintegrasi, dengan Telkom berperan dalam pembangunan sistem sehingga transaksi tunai di koperasi dapat diminimalisir, kecuali untuk operasional harian.
Zulhas menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan keberhasilan koperasi ini. Pembimbingan dari BUMN menjadi kunci vital dalam memastikan keberhasilan inisiatif ini.
“Keberpihakan BUMN pada koperasi akan sangat menentukan berhasil atau tidaknya program ini,” pungkas Zulhas. (*/bbs)















