News » TANGERANG RAYA » Aspal Jalan Rawa Buntu Dikupas, Dua Titik Kerusakan Beton Segera Diperbaiki

Aspal Jalan Rawa Buntu Dikupas, Dua Titik Kerusakan Beton Segera Diperbaiki

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Rekonstruksi Jalan Rawa Buntu, Tangerang Selatan, menemukan dua titik kerusakan beton setelah petugas mengupas lapisan aspal lama.

Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Tangsel memprioritaskan perbaikan struktur beton sebelum memulihkan lapisan aspal.

Petugas memulai pengupasan aspal menggunakan cold milling machine pada Minggu (18/10) pukul 22.00 WIB. Pekerjaan berlanjut hingga Senin (19/10) dini hari untuk membuka permukaan jalan dan memeriksa kondisi struktur bawahnya.

BACA JUGA

Kepala Bidang Bina Marga SDABMBK Tangsel, Ahmad Fatulloh, menjelaskan bahwa pengupasan menjadi tahap awal rekonstruksi. Langkah tersebut membantu petugas menentukan metode perbaikan berdasarkan kondisi nyata struktur jalan.

“Setelah lapisan tersebut terbuka, kondisi struktur di bawahnya dapat diperiksa dan ditangani sesuai hasil temuan di lapangan,” ujar Ahmad.

Dua Segmen Beton Menjadi Prioritas Perbaikan

Hasil pemeriksaan menunjukkan dua segmen kerusakan pada struktur beton sepanjang jalur Rawa Buntu. Segmen pertama berada dekat lampu merah Ruko Kencana Raya hingga sebelum SPBU.

Segmen tersebut memiliki panjang sekitar 45 meter dan lebar enam meter. Sementara itu, segmen kedua membentang sekitar 121 meter dengan lebar enam meter.

Lokasi kedua berada di depan Bank Mandiri hingga pertigaan Jalan Tekno Widya–Buaran. Kedua titik tersebut memerlukan perbaikan struktur beton, bukan sekadar pelapisan ulang aspal.

“Dari hasil scraping semalam, ditemukan dua titik kerusakan pada struktur beton yang akan ditangani terlebih dahulu,” kata Ahmad.

Pekerjaan berlangsung pada jalur dari simpang lampu merah Ruko Kencana Raya menuju pertigaan Taman Tekno–Buaran. Jalur tersebut mengarah dari BSD menuju Pamulang.

Secara teknis, ruas jalan menggunakan sistem perkerasan kaku atau rigid pavement. Struktur beton tersebut berfungsi menahan sekaligus mendistribusikan beban kendaraan.

Di atas struktur beton, terdapat lapisan aspal AC-BC (Asphalt Concrete–Binder Course). Lapisan ini berfungsi sebagai pengikat dalam struktur perkerasan beraspal.

Pembongkaran Beton dan Pengecoran Berlangsung Dua Pekan

Petugas akan membongkar bagian beton yang rusak melalui proses excavation. Selanjutnya, pekerja melakukan pengecoran menggunakan beton mutu K-350 fast track sesuai spesifikasi teknis.

Penggunaan beton fast track bertujuan mempercepat proses pekerjaan. Beton tersebut direncanakan menjalani pemeraman awal sekitar tiga hari.

Namun, petugas tetap harus memeriksa kekuatan beton sebelum melanjutkan pekerjaan berikutnya.

Secara keseluruhan, pembongkaran hingga pengecoran pada kedua segmen diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu.

Setelah struktur beton memenuhi persyaratan teknis, pekerja akan memulihkan lapisan aspal AC-BC. Tahapan ini bertujuan mengembalikan fungsi jalan sesuai kebutuhan konstruksi.

Selama pekerjaan berlangsung, pengupasan aspal menimbulkan perbedaan ketinggian permukaan jalan. Kondisi tersebut membuat pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi area proyek.

Ahmad mengimbau pengendara, terutama pengguna sepeda motor, agar mengurangi kecepatan. Ia juga meminta masyarakat menjaga jarak aman dan menghindari pengereman mendadak.

“Pada saat pengupasan aspal berlangsung, permukaan jalan menjadi tidak rata dan terdapat perbedaan ketinggian,” ujarnya.

Selain itu, pekerjaan pada salah satu sisi lajur berpotensi mempersempit ruang gerak kendaraan. Pengendara perlu mengikuti rambu-rambu serta arahan petugas untuk mengantisipasi perlambatan lalu lintas.

Ahmad meminta masyarakat mendukung proses rekonstruksi hingga seluruh tahapan selesai. Pemerintah berharap perbaikan tersebut meningkatkan kualitas jalan sekaligus mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna.

Melalui rekonstruksi Jalan Rawa Buntu, Pemkot Tangsel menargetkan perbaikan menyeluruh pada bagian permukaan dan struktur beton. Upaya ini juga diharapkan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dari BSD menuju Pamulang.

(LIF)

.

 

 

 

BERITA LAINNYA