“Kita memang mensetting atlit kita untuk permainan striking atas dan anti takedown groundgame dan pada akhirnya dia keluar sebagai pemegang sabuk,” kata Irwan, pelatih ASTA MMA Tangsel.
Ketua ASTA Tangsel Muksin Al Fahry, menambahkan, seni tarung tradisi harus dikembangkan kembali. Event nya pun harus digelar lagi guna mewadahi bakat-bakat anak muda yang ada di Tangsel.
Seni bela diri campuran juga sebagai program penanggulangan tawuran yang kerap terjadi di Tangsel. “Terakhir kita buat event ASTA MMA ini tahun 2019, kemudian pandemi namun pembinaan tetap kita lakukan, semoga ke depan akan muncul atlit-atlit juara profesional yang bisa menjadi figur dan rolemodel terhadap para anak muda ditangsel,” pungkasnya. (Jek)















