News » BANTEN » ADVERTORIAL » ADVERTORIAL

Dukung Program Penataan Kampung Kumuh, Warga Kranggan Tangsel Relakan Tanahnya Dijadikan Jalan Lingkungan

Dukung Program Penataan Kampung Kumuh, Warga Kranggan Tangsel Relakan Tanahnya Dijadikan Jalan LingkunganTangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Warga apresiasi dan dukung program penataan kampung kumuh oleh Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) di Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu. Selain dapat mempercantik lingkungan lebih rapih, program ini juga dapat menumbuhkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Bukan hanya mengapresiasi, warga Kranggan juga turut berkontribusi dengan merelakan sebagian tanah milik pribadi mereka untuk dijadikan jalan lingkungan melalui program penataan kampung kumuh Tangsel.

Madyani (55), warga Kampung Koceak Kranggan menuturkan, keluarga besarnya telah merelakan sebagian tanah milik mereka untuk pembangunan jalan lingkungan. Menurutnya, memberikan jalan untuk kepentingan umum tidak akan rugi karena dengan adanya akses jalan yang bagus dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

BACA JUGA

 

“Program ini bagus karena jalan lingkungan bisa tertata rapih dan cantik pakai paving blok tiga dimensi sehingga tidak ada kesan kumuh,”ungkapnya, Jumat (09/10/2026).

Ia mendukung program tersebut dan berharap Pemkot Tangsel mempertahankannya dan melanjutkan di daerah lain di Tangsel.

Senada dengan Madyani, warga lainnya Enung (52) mengaku sangat mendukung program penataan kampung kumuh di Kranggan. Dengan adanya penataan tersebut, kini akses menuju rumahnya terlihat lebih cantik.

“Jalannya jadi gak becek, saluran drainasenya juga jadi tidak terlihat berantakan,” tuturnya.

Tiga Lokasi Masuk Program Penataan

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel melakukan penataan kampung kumuh di tiga lokasi terpisah. Tahun ini menyasar tiga lokasi, yakni Keranggan, Perigi, dan Pondok Aren.

Kepala Bidang Permukiman, Odi, mengatakan, penataan kampung kumuh tidak hanya berdasarkan kondisi yang terlihat secara visual tapi juga mempertimbangkan kondisi sanitasi, sosial ekonomi, serta sarana dan prasarana permukiman.

Di Keranggan masih memiliki sejumlah persoalan infrastruktur lingkungan, baik jalan permukiman, maupun sanitasi, dan drainase.

Dukung Program Penataan Kampung Kumuh, Warga Kranggan Tangsel Relakan Tanahnya Dijadikan Jalan Lingkungan

Melalui program ini, pihaknya melakukan penataan saluran drainase, jalan lingkungan, dan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya atau solar cell pada titik-titik yang belum tersentuh penerangan.

Ia memastikan anggaran program ini merupakan anggaran Disperkimta untuk penataan kawasan di Keranggan.

Saat ini, progres pemasangan PJU di Keranggan baru mencapai sekitar 20 persen. Sedangkan penataan di Perigi dan Pondok Aren pihaknya menargetkan mulai September 2026.

“Sekarang masih persiapan untuk mencetak lokasi sesuai rencana. Awal September harusnya sudah mulai,” ujarnya.

(ADV)

BERITA LAINNYA