Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Kebakaran Gudang Taman Tekno BSD menghanguskan tiga gudang di Blok E1 Nomor 40, serta Blok E1 Nomor 5 dan 6, Kota Tangerang Selatan, Rabu (8/7/2026). Peristiwa terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Api melalap gudang penyimpanan powerbank, mainan, dan alat tulis kantor (ATK).
Kebakaran Gudang Taman Tekno BSD pertama kali muncul dari gudang penyimpanan powerbank. Selanjutnya, kobaran api merambat ke dua gudang lain. Akibatnya, kerugian sementara mencapai miliaran rupiah. Namun, petugas memastikan tidak ada korban jiwa.
Kabid Damkar Kota Tangerang Selatan, Omay, mengatakan laporan kebakaran masuk sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah itu, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
“Untuk kebakaran hari ini kita menerima laporan jam 12.00. Jam 12.00 lewat 10 personel nyampe di TKP. Gudang yang terbakar ada tiga gudang. Awal mula dari gudang powerbank. Merembet ke tiga gudang. Kerugian miliaran rupiah. Korban alhamdulillah nihil,” ujar Omay.
Menurut Omay, tiga gudang yang terdampak berisi stok powerbank, mainan, dan alat tulis kantor. Karena itu, api cepat membesar dan menyebar ke bangunan lain.
Meski kebakaran menimbulkan kerugian besar, seluruh pekerja berhasil menyelamatkan diri. Oleh sebab itu, petugas tidak menemukan korban jiwa maupun korban luka.
Petugas mengerahkan 16 unit armada untuk mempercepat pemadaman. Armada tersebut terdiri dari 14 unit Damkar Tangerang Selatan, satu unit bantuan BSD, satu unit Koramil, serta tiga mobil tangki air dari BSD.
Omay menjelaskan, jarak sumber air sempat menghambat proses pemadaman. Meski begitu, suplai air tetap berjalan berkat dukungan mobil tangki dan armada pemadam.
Sementara itu, penyelidik masih menelusuri penyebab pasti kebakaran. Namun, dugaan awal mengarah pada gudang penyimpanan powerbank.
“Belum ketahuan penyebabnya. Ada kemungkinan dari powerbank. Mungkin karena suhu panas yang memicu percikan api,” kata Omay.
Ia juga memastikan gudang yang menjadi titik awal kebakaran berisi stok powerbank. Saat ini, petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
(LIF)













