Tangerang, HALOBANTEN.COM – Laga panas antara Persita Tangerang dan Malut United berakhir tanpa pemenang. Kedua tim harus puas berbagi satu poin usai bermain imbang tanpa gol (0-0) dalam pertandingan lanjutan Liga Super yang berlangsung sengit di Stadion Indomilk Arena, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Minggu (23/11/2025).
Hasil itu menyisakan kekecewaan mendalam bagi kubu tuan rumah. Pelatih kepala Persita Tangerang, Carlos Pena, secara terbuka meluapkan kekecewaan atas kinerja wasit yang memimpin jalannya laga, terutama setelah satu gol indah skuadnya terpaksa batal karena tinjauan Video Assistant Referee (VAR).
Gol Hokky Caraka Mesti Batal, Pena Sebut Keputusan Wasit Fatal
Insiden krusial muncul pada menit ke-71, saat striker muda Hokky Caraka sukses menciptakan gol menawan dari luar kotak penalti. Sepakan melengkung pemain berusia 21 tahun itu tak terjangkau kiper lawan, Angga Saputro, dan membuat seisi Indomilk Arena bergemuruh.
Namun, euforia itu tidak bertahan lama. Wasit lantas melihat ulang tayangan VAR dan memutuskan membatalkan gol Hokky Caraka. Dalam tinjauan itu, rekaman VAR menunjukkan momen sebelumnya di mana pemain Persita Tangerang melakukan pelanggaran terhadap pemain Malut United pada proses build-up serangan. Mario Jardel, bek sayap Persita, dinilai menginjak kaki salah satu pemain lawan, membuat aliran bola menuju Hokky Caraka tidak sah.
“Kami berhak menang,” ujar Carlos Pena usai pertandingan. “Satu gol tadi menurut saya adalah gol yang sah. Saya tidak puas dengan penampilan wasit. Saya respek dengan wasit, saya paham ini adalah pekerjaan yang sangat sulit, tetapi ketika Anda memiliki waktu untuk melihat VAR selama 3-4 menit, dan Anda mengatakan bahwa itu salah, bagi saya itu bukan hanya satu kesalahan,” tegas Pena.
Carlos Pena merasa kehilangan dua poin pada laga ini terasa sangat menyakitkan. Persita Tangerang seharusnya bisa meraih tiga poin, tetapi keputusan wasit mengubah hasil akhir.
Persita Puji Pemain, Malut United Pertahankan Posisi
Meskipun kecewa, Pena memberikan pujian kepada para pemainnya yang tampil all out sepanjang laga. Terlebih, mereka menghadapi Malut United yang tengah dalam performa terbaik.
“Ini penampilan yang penting bagi kami melawan tim yang sangat baik, salah satu tim terbaik di Liga ini. Kita harus bangga dengan itu, dan kita akan mencoba mendapatkan 3 poin di laga berikutnya,” tutur pelatih tersebut.
Jalannya Laga
Sejak awal, baik Persita Tangerang maupun Malut United menampilkan permainan sabar. Persita lebih mengandalkan duel lini tengah melalui pemain seperti Pablon Ganet dan Shin Young-bae. Sementara itu, Malut United mencoba memperlebar aliran bola dan memaksimalkan kecepatan para pemain sayap, termasuk Ciro Alves dan Yakob Sayuri.
Kedua tim masih kesulitan menembus barisan pertahanan lawan. Beberapa ancaman yang tercipta hanya berasal dari upaya tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti. Persita mengandalkan ketajaman Aleksa Andrejic (dua gol), sedangkan Malut United bertumpu pada David da Silva (empat gol). Skor kacamata menutup jalannya babak pertama.
Memasuki babak kedua, Malut United langsung melakukan penyegaran dengan masuknya Alwi Slamat menggantikan Ridho Syuhada. Pergantian ini diperkirakan untuk memperkuat lini tengah.
Hasil ini menahan Persita Tangerang sementara tetap berada di peringkat ke-6 dengan mengemas 19 poin dari 12 laga. Sementara itu, Malut United mengoleksi 21 poin dan bertengger di peringkat kelima. Kedua tim tetap berurutan di klasemen, dengan Persita memegang margin satu gol lebih unggul dari Malut.
(Jek/Red)

























