kehadiran negara dalam menjamin hak anak atas pendidikan yang layak dan bermartabat.
“Program Revitalisasi Satuan Pendidikan menjadi bukti kehadiran negara agar sekolah menjadi tempat belajar yang aman, layak, dan mendukung pembelajaran bermutu bagi seluruh anak Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menambahkan, revitalisasi tidak hanya menyentuh bangunan ruang kelas, tetapi juga berbagai fasilitas pendukung yang menunjang kenyamanan dan keselamatan warga sekolah.
“Penambahan toilet, perpustakaan, laboratorium, dan sarana fisik lain sangat penting agar proses belajar mengajar berjalan lebih berkualitas,” katanya.
Bantuan Vokasi dan Pendidikan Khusus Capai Rp 131 Miliar
Selain revitalisasi satuan pendidikan umum, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan untuk revitalisasi pendidikan vokasi serta pendidikan khusus dan layanan khusus (PKPLK). Total nilai bantuan vokasi dan PKPLK di Provinsi Banten mencapai Rp 131,73 miliar.
Di wilayah Tangerang Raya, nilai bantuan vokasi dan PKPLK mencapai Rp 54,75 miliar dengan rincian: Kota Tangerang Selatan: Rp 11,20 miliar, Kota Tangerang: Rp 19,42 miliar, Kabupaten Tangerang: Rp 24,13 miliar
Wagub Banten Tekankan Lingkungan Belajar Aman dan Nyaman
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menilai revitalisasi sarana dan prasarana sekolah sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi penerus. Menurutnya, program ini tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang kondusif.
“Hari ini kita menyaksikan revitalisasi sarana pendidikan. Pengerjaan secara swakelola oleh sekolah dan komite















