Kabupaten Serang, HALOBANTEN.COM — Pemerintah Kabupaten Serang menindaklanjuti banjir yang merendam sarana pendidikan di Desa Tonjong, Kecamatan Kramatwatu. Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Serang Febriyanto meninjau langsung SMPN 2 Kramatwatu dan SDN Tonjong yang tergenang air setinggi selutut orang dewasa, Rabu (14/1/2026).
Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah agar seluruh organisasi perangkat daerah hadir langsung mendampingi masyarakat terdampak banjir.
Banjir telah berlangsung selama tiga hari terakhir akibat curah hujan tinggi yang memicu luapan Kali Tonjong. Kondisi tersebut membuat proses kegiatan belajar mengajar tidak berjalan optimal dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi siswa serta tenaga pendidik.
Febriyanto menyampaikan bahwa genangan air memaksa sekolah menyesuaikan pola pembelajaran. Siswa tidak sepenuhnya mengikuti kegiatan di ruang kelas seperti biasa.
“Anak-anak tidak sepenuhnya belajar di sekolah. Kegiatan belajar berlangsung secara menyesuaikan kondisi, sebagian di rumah dan sebagian tetap ke sekolah,” ujarnya.
Penyempitan Sungai Jadi Pemicu Banjir
Hasil pemantauan lapangan menunjukkan penyempitan dan pendangkalan Kali Tonjong menjadi faktor utama terjadinya banjir. Kondisi tersebut menghambat aliran air saat hujan dengan intensitas tinggi.
Febriyanto memastikan pemerintah daerah akan melakukan normalisasi sungai sebagai langkah penanganan jangka menengah.
“Kami menemukan adanya penyempitan sungai di Desa Tonjong. Tahun 2026 kami rencanakan normalisasi Kali















