Tangerang, HALOBANTEN.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat kasus tuberkulosis (TBC) masih tergolong tinggi. Hingga akhir 2022, estimasi jumlah penderita TBC mencapai 8.941 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Achmad Muchlis, menyampaikan data tersebut saat Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Percepatan Eliminasi Tuberkulosis yang berlangsung di Hotel Aryaduta Karawaci, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (20/7/2023).
“Berdasarkan estimasi Dinas Kesehatan, jumlah kasus Tuberkulosis atau TBC di Kabupaten Tangerang pada akhir tahun 2022 mencapai 8.941 kasus,” ujar Muchlis.
Menurutnya, tingginya angka TBC menjadi tantangan serius bagi seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, organisasi profesi, dan masyarakat sangat penting guna menekan penyebaran penyakit tersebut.
Selain itu, upaya menemukan lebih banyak kasus TBC juga memerlukan strategi yang efektif. Pasalnya, sebagian penderita masih enggan membuka informasi terkait kondisi kesehatannya kepada lingkungan sekitar.
“Penemuan sebanyak mungkin menjadi tantangan besar, mengingat para penderita TBC relatif tertutup terhadap masyarakat sekitar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Muchlis menegaskan bahwa percepatan eliminasi TBC membutuhkan langkah terukur agar program kesehatan berjalan tepat sasaran. Dengan begitu, proses pencegahan, penanganan, serta pengobatan pasien dapat berlangsung lebih optimal.
Rakor percepatan eliminasi TBC tersebut melibatkan 44 puskesmas se-Kabupaten Tangerang, Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, pemerintah daerah berharap angka kasus TBC dapat terus menurun sehingga target eliminasi TBC di Kabupaten Tangerang semakin cepat tercapai.
(Red)

























