Jakarta, HALOBANTEN.COM – AirNav Indonesia meraih Penghargaan Top Financial Perfomance and Advancing of Aviation Services, kategori Tourism and Support Service Best BUMN 2022.
Terlihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang merangkak naik secara umum di akhir tahun 2021 lalu,
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan bahwa seluruh BUMN mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang lebih sehat.
“Hal itu terlihat dari laba bersih akhir tahun 2021 mencapai Rp126 triliun,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Taufik Hendra Kusuma, pada saat menerima penghargaan secara daring.
Capaian tersebut mengalami peningkatan signifikan dari realisasi laba bersih tahun 2020 sebesar Rp13 triliun.
Di akhir tahun 2021, AirNav memang belum sepenuhnya pulih tapi kondisi kesehatan perusahaan masih dalam kategori A.
Dengan dibukanya cross border antar negara, kelonggaran kebijakan PPKM oleh pemerintah dan percepatan vaksinasi yang perlahan membentuk herd immunity.
Sehingga terjadi kenaikan jumlah traffic penerbangan domestik dan internasional.
AirNav sangat terdampak secara finansial selama dua tahun pandemi COVID-19. Hal itu terlihat dari menurunnya jumlah traffic penerbangan.
Namun hal ini menjadikan momentum bagi AirNav untuk terus melakukan berbagai inovasi baik dalam hal kebijakan finansial maupun di bidang pelayanan navigasi.
Di mana, AirNav tetap menjaga keamanan penerbangan secara optimal untuk setiap pengguna jasa.
“Selama dua tahun ini banyak terobosan yang kami lahirkan,” kata Taufik.
Seperti kebijakan cost-reduction program, menciptakan prosedur pelayanan navigasi penerbangan yang memberikan banyak efisiensi bagi maskapai.
Kemudian, aplikasi dan system yang dibangun oleh internal karyawan, hingga percepatan digitalisasi bisnis perusahaan.
“Kami terus berbenah dan memperkokoh ekosistem perusahaan” ucap Taufik.
Pertumbuhan Jumlah Penerbangan Berdampak Pada Pendapatan AirNav
Berbagai kebijakan dan program cost-reduction, memungkinkan perusahaan bisa survive tanpa berhutang ke bank dan tetap memiliki kondisi keuangan yang sehat.
Pertumbuhan jumlah penerbangan saat ini berdampak positif bagi pendapatan AirNav, walaupun belum kembali normal seperti kondisi sebelum pandemi.
Namun hal ini tetap memberikan motivasi bagi AirNav untuk terus memberikan pelayanan navigasi yang terbaik, sambil membenahi proses bisnis internal.
Yakni dengan mempercepat validasi data penerbangan dan fakturisasi dan penagihan.
Kemudian, mengeluarkan kebijakan dan system yang dapat meningkatkan proses bisnis menjadi lebih baik. (JEK)















