Tangerang, HALOBANTEN.COM — Sinar Mas Land bersama UD IMPACT resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan AI Entrepreneurship Academy di BSD City, Tangerang, Banten. Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat pengembangan talenta digital dan ekosistem kewirausahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.
Kesepakatan kerja sama itu tertuang dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 19 Mei 2026 di Biomedical Campus, BSD City.
Kolaborasi tersebut hadir di tengah meningkatnya adopsi AI di Indonesia. Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat adopsi AI tertinggi di Asia Tenggara. Data itu berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain & Company,
Riset AWS dan Strand Partners menunjukkan pemanfaatan AI di Indonesia masih berfokus pada otomatisasi dasar hingga mencapai 90 persen. Kondisi tersebut memunculkan kebutuhan terhadap penguatan SDM dan pengembangan startup berbasis AI agar mampu bersaing pada era ekonomi digital.
Irawan mengatakan BSD City terus berkembang sebagai kawasan terpadu. Kawasan ini mempertemukan institusi pendidikan, komunitas bisnis, dan ekosistem digital dalam satu lingkungan.
Menurutnya, kerja sama dengan UD IMPACT turut memperkuat inisiatif mBrace atau Make BSD Research and AI Center of Excellence, yakni pusat riset dan pengembangan AI yang berorientasi pada inovasi serta penciptaan wirausahawan muda berbasis teknologi.
“Program ini menjadi langkah konkret untuk menunjukkan bahwa ekosistem universitas di BSD City memiliki kesiapan, talenta, dan infrastruktur yang mampu melahirkan solusi teknologi yang relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Irawan.
AI Hackathon Jadi Program Perdana
Sebagai tahap awal, AI Entrepreneurship Academy akan membuka BSD City AI Hackathon pada kuartal ketiga 2026. Program tersebut melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di BSD City, antara lain Universitas Prasetiya Mulya, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, dan Monash University Indonesia.
Program hackathon berlangsung selama empat pekan melalui sesi online pre-camp dan onsite hackathon di BSD City. Peserta akan memperoleh pelatihan dasar AI, pengembangan solusi teknologi, hingga pembuatan minimum viable product (MVP) berbasis AI untuk menjawab berbagai persoalan nyata.
Selanjutnya, peserta terbaik akan mengikuti program inkubasi lanjutan yang berfokus pada pengembangan startup, validasi model bisnis, pendampingan mentor, serta akses jaringan investor hingga tahap Demo Day.
Buka Akses Ekosistem Global
Dion Park menilai mahasiswa saat ini memiliki potensi besar untuk melahirkan startup AI masa depan. Karena itu, menurutnya, selain kurikulum teknologi, para peserta juga membutuhkan ruang eksperimen, mentor berpengalaman, dan akses menuju pasar global.
Melalui program tersebut, UD IMPACT juga membuka peluang bagi peserta inkubasi untuk bergabung dalam Asia Growth Track mulai 2027. Program itu mencakup jaringan Korea melalui TIPS Town dan Busan City, Jepang melalui Underdogs Tokyo, serta India dan Asia Selatan melalui Underdogs Delhi.
Selain hackathon, AI Entrepreneurship Academy turut menghadirkan “Regular Startup Program”, yakni kelas lanjutan yang terbuka untuk publik maupun peserta hackathon. Program tersebut menawarkan materi yang lebih aplikatif terkait pengembangan pasar, pengujian model bisnis, hingga eksekusi inovasi AI menjadi usaha berkelanjutan.
(JAR)















