Kabupaten Tangerang, HALOBANTEN.COM – Banjir merendam puluhan rumah di wilayah Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (18/3/2025).
Puluhan hingga ratusan rumah terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 1 meter di wilayah rumah yang jauh dari jalan raya dan sekitar 30 cm wilayah rumah yang dekat dengan jalan raya.
Warga pun terpaksa mengungsi dan berusaha menyelamatkan barang-barang berharga mereka agar tidak terendam air.
Salah satu warga, Muchtar, mengungkapkan kondisi banjir yang terjadi di daerahnya.
“Ya, untuk ketinggian di dalam rumah sekitar 1 meter, tapi kalau di jalan raya sekitar 30 cm,” ujarnya.
Genangan air yang cukup tinggi ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama bagi mereka yang hendak bekerja atau bersekolah.
Menurut Muchtar, beberapa titik di sekitar wilayah Kadu Jaya mengalami kondisi yang lebih parah.
“Ada yang lebih gede lagi di sana, kalau ini masih mending. Nah, dekat rumah dewan baru tinggi airnya,” tambahnya.
Hal ini menunjukkan bahwa wilayah tertentu mengalami dampak yang lebih besar dibandingkan lainnya.
Banjir ini mulai terjadi sekitar pukul 02.00 atau 03.00 dini hari sejak hujan mengguyur wilayah tersebut.
Warga yang sudah terbiasa dengan kondisi ini memperkirakan bahwa air akan surut paling cepat pada sore hari.
“Biasanya surutnya lama, ya paling cepat sore,” ujar Muchtar.
Kondisi ini membuat warga harus bersiap menghadapi genangan air yang bertahan cukup lama.
Banjir yang melanda Kadu Jaya bukanlah kejadian yang pertama kali terjadi.
Langganan Tahunan
Warga setempat menyebut bahwa banjir sudah menjadi langganan tahunan.
“Kalau di sini mah udah sering banjir, setiap tahun pasti banjir,” kata Muchtar.
Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan drainase atau faktor lainnya belum mendapat solusi yang signifikan.
Salah satu penyebab utama banjir ini adalah curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah hulu, khususnya di Bogor.
“Kalau dari Bogor airnya besar, ya pasti kena banjir. Kalau di Bogor hujan terus, di sini hujan juga, udah pasti kena,” ungkapnya.
Hal ini menunjukkan bahwa aliran air dari daerah lain turut mempengaruhi kondisi banjir di Kadu Jaya.
Beberapa warga terlihat berusaha menyelamatkan barang-barang mereka agar tidak terendam air.
Sementara itu, sebagian lainnya mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Tidak sedikit warga yang memilih bertahan di rumah mereka sambil menunggu air surut.
Selain merendam rumah, banjir juga menyebabkan akses jalan menjadi sulit dilalui, terutama bagi kendaraan roda dua.
Beberapa pengendara terpaksa memutar arah atau mencari jalur alternatif untuk menghindari genangan air yang cukup tinggi di beberapa titik.
Dengan kondisi yang terjadi setiap tahun, warga berharap ada solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir ini.
Perbaikan sistem drainase, pengerukan sungai, dan langkah-langkah pencegahan lainnya dinilai penting agar kejadian serupa tidak terus berulang.
(Alif/Jek/Red)















