Pandangan serupa disampaikan Direktur Regional Asia Tenggara Tropical Forest Alliance, Rizal Algamar. Ia menekankan pentingnya fokus pada kualitas ekosistem dan keterlibatan masyarakat. “Banyak perusahaan sebelumnya membuat komitmen yang hanya berbicara soal angka dan luas hektare. Menurut saya, yang penting bukan sekadar jumlah hektare, tetapi kesehatan ekosistem di dalam hutan dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Kita perlu terlibat sejak awal, dengan cara yang bermakna bersama komunitas, LSM, mitra, dan para pemimpin lokal,” ujarnya.
(Jek/Red)
Page 3 of 3















