Serpong, HALOBANTEN.COM – Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar pelatihan manajemen pengelolaan keuangan dan akutansi koperasi di Nite & Day Residence Alam Sutera, Kamis (25/9/2023).
Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai koperasi di Kota Tangsel.
Pelatihan ini menghadirkan Maya, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel, sebagai narasumber.
Maya mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengurus koperasi dalam mengelola keuangan dan akutansi koperasi.
“Koperasi merupakan salah satu lembaga ekonomi yang penting dalam perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan dan akutansi koperasi harus dikelola dengan baik,” kata Maya.

Maya menjelaskan bahwa pelatihan ini meliputi materi tentang dasar-dasar akuntansi, pencatatan transaksi keuangan, pengelolaan kas dan bank, serta penyusunan laporan keuangan.
“Peserta pelatihan diharapkan dapat memahami materi yang disampaikan dan dapat menerapkannya dalam pengelolaan keuangan koperasi,” kata Maya.
Peserta pelatihan sangat mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan ini.
Mereka menilai pelatihan ini sangat bermanfaat bagi mereka dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan keuangan dan akutansi koperasi.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami mendapatkan banyak ilmu baru tentang pengelolaan keuangan dan akutansi koperasi,” kata Iwan, salah satu peserta pelatihan.
Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan akutansi koperasi di Kota Tangsel.
Dengan pengelolaan keuangan dan akutansi yang baik, koperasi dapat menjadi lembaga ekonomi yang sehat dan berdaya saing.
Menurutnya, adanya acara ini, diharapkan dapat memberikan manfaat luar biasa bagi masyarakat dan anggotanya.
“Tujuan dari acara ini adalah untuk memastikan bahwa koperasi memahami cara yang benar untuk melaporkan keuangan mereka. Dan juga bertujuan untuk memastikan bahwa koperasi memiliki kualitas keuangan yang baik,” ujar Maya.

Kabid Pemberdayaan Koperasi, Muji Rahayu menambahkan, sesuai data ODS Kemenkop, di Kota Tangsel terdata 884 Koperasi. Antara lain, 571 Koperasi aktif dan 313 Koperasi tidak aktif.
Hanya saja, dari 571 Koperasi aktif, sampai akhir September ini baru 111 Koperasi yang telah menyampaikan laporan kepada Dinkop UKM Tangsel.
Padahal koperasi yang tidak mampu menyampaikan laporan RATnya, berarti tidak mampu menyajikan laporan keuangannya kepada anggota koperasi.
Dalam pelatihan ini mencakup tentang manajemen keuangan, pelaporan keuangan, dan tata kelola koperasi.
“Atas dasar inilah Dinkop UKM Kota Tangsel menyelenggarakan pelatihan manajemen pengelolaan laporan keuangan dan akuntansi koperasi,” tandasnya.
(ADV)













