HALOBANTEN, — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa harga bahan bakar hidrogen di masa depan diperkirakan akan lebih terjangkau di Indonesia. Keyakinan ini didasari oleh potensi peningkatan penggunaan hidrogen yang akan membuat harganya semakin kompetitif.
Bahlil menjelaskan bahwa teknologi bahan bakar hidrogen saat ini masih dalam tahap perkembangan, termasuk di Indonesia. “Dulu, hidrogen ini masih mahal dan belum kompetitif dari segi harga. Ini juga merupakan teknologi yang relatif baru,” ujarnya di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (15/4).
Ia menambahkan, pengalamannya mengunjungi beberapa negara di Timur Tengah dan Eropa untuk meninjau teknologi hijau memberikan gambaran bahwa kompetisi akan memainkan peran penting dalam menurunkan harga.
Terdapat dua jenis hidrogen, yaitu low carbon dan high carbon. Hidrogen low carbon ideal untuk kendaraan bermotor, sementara high carbon umumnya digunakan untuk pembangkit listrik, meskipun menghasilkan emisi CO2 yang lebih tinggi. (*/bbs)















