Mahasiswa Desak ATR/BPN Tangsel Berantas Mafia Tanah, Tuding Ada Oknum Pejabat Terlibat Pemerasan
Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Puluhan Mahasiswa yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Legoso Raya Cabang Ciputat melakukan aksi demo di depan Kantor ATR/BPN Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, menuntut keadilan, Rabu (5/11/2025).
Para pengunjuk rasa mengecam adanya dugaan praktik Mafia Tanah yang terjadi di Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu. Mereka mendesak agar aparat penegak hukum menyelesaikan kasus tersebut hingga tuntas.
Dalam orasi yang berlangsung lantang, para demonstran menuduh adanya oknum pada lingkungan ATR/BPN Tangsel yang terlibat dalam pemerasan dan manipulasi harga tanah, hal yang amat merugikan masyarakat. Mereka juga mendesak Kabareskrim Polri dan Mahkamah Agung agar memeriksa dugaan keterlibatan pejabat terkait.
“Kasus dugaan Mafia Tanah ini masyarakat harus usut tuntas. Jangan ada lagi permainan harga dan pemerasan terhadap warga!” seru salah satu orator, lantang menyuarakan tuntutan massa di depan gerbang utama kantor ATR/BPN Tangsel.
Tak lama kemudian, Kepala Kantor Pertanahan ATR/BPN Tangsel, Seto Apriyadi, keluar menemui massa aksi. Di hadapan para mahasiswa, Seto menyampaikan komitmennya. Ia menjanjikan perbaikan layanan publik dan memastikan seluruh proses pertanahan berjalan transparan.
“Saya masih baru bertugas di sini. Saya berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Terhadap kasus ini, saya jamin tidak ada biaya dan tidak ada permainan,” ungkap Seto.
“Jika ada kendala, langsung datang menemui saya. Kita selesaikan masalah secara terbuka. Saya juga berasal dari rakyat, dan ingin membantu warga Tangerang Selatan,” lanjutnya, mencoba meredakan ketegangan.
Pertemuan berlangsung kondusif, walau teriakan dan desakan massa tetap mewarnai. Aksi bubar setelah Kepala ATR/BPN memberikan jaminan akan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan kasus Mafia Tanah Babakan. Para peserta aksi membubarkan diri secara tertib, mengabadikan momen bersama Kepala BPN sebagai simbol komitmen penegakan keadilan agraria.
(Jek/Red)















