Bogor, HALOBANTEN.COM — Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pamulang (UNPAM) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMPIT Nurhanifa, Rawakalong, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/4/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema penerapan semboyan pendidikan Ki Hajar Dewantara sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas perundungan.
PKM merupakan salah satu program akademik wajib bagi mahasiswa semester akhir Universitas Pamulang. Program itu menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.
Universitas Pamulang yang berlokasi di Jalan Puspiptek Raya No.46, Viktor, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, selama ini dikenal sebagai perguruan tinggi swasta yang membuka akses pendidikan bagi masyarakat luas. Kehadiran kampus tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh pendidikan tinggi dengan biaya terjangkau.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dari kelas 06HUKP013 Fakultas Hukum UNPAM memberikan sosialisasi terkait bahaya perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Materi sosialisasi lebih menitikberatkan pada pembangunan kesadaran kolektif antara keluarga dan lembaga pendidikan.
Mahasiswa menilai perundungan bukan sekadar tindakan yang merugikan korban secara fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis. Selain faktor lingkungan, sikap superior dan pola pendidikan keluarga turut memengaruhi munculnya perilaku tersebut.
Para peserta sosialisasi juga mendapat pemahaman mengenai pentingnya peran guru dalam menanamkan nilai moral kepada siswa melalui semboyan pendidikan Ki Hajar Dewantara.
Dalam pemaparan materi, mahasiswa menjelaskan makna semboyan “Ing Ngarso Sung Tulodo” yang berarti memberi teladan di depan, “Ing Madya Mangun Karso” yang bermakna membangun semangat di tengah, serta “Tut Wuri Handayani” sebagai dorongan dari belakang.
Menurut pemateri, penerapan nilai-nilai tersebut penting untuk membentuk karakter generasi muda dan memperkuat moralitas di lingkungan pendidikan.
Selain itu, mahasiswa berharap sekolah tidak hanya menjadi ruang pembelajaran formal. Sekolah juga harus mampu menghadirkan pendidikan yang membangun karakter, etika, dan kepedulian sosial antarsiswa.
(RED)















