HALOBANTEN.COM – NASA mengumumkan penemuan bulan baru yang mengorbit planet Uranus. Bulan ini, berdiameter sekitar 10 kilometer, menambah total satelit alami planet tersebut menjadi 29.
Perkiraan ukuran yang kecil ini menjadi alasan mengapa teleskop lain sulit menemukan bulan baru ini dan wahana antariksa Voyager 2 pada 1986.
Mengutip dari Time, Maryame El Moutamid, seorang ilmuwan terkemuka dari Southwest Research Institute’s Solar System Science and Exploration Division, menyatakan bahwa penemuan ini, meski bulannya kecil, merupakan hal yang signifikan. Bulan baru ini, Maryame memberi nama sementara S/2025 U1, bersembunyi di dalam cincin gelap planet Uranus.
Sebelum penemuan ini, planet Uranus memiliki 28 bulan. Bulan-bulan tersebut dikenal sebagai “bulan sastra” karena namanya mengnambil dari karakter dalam karya William Shakespeare dan Alexander Pope. Planet ini memiliki lima bulan utama: Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon.
Penamaan resmi untuk bulan ini masih menunggu persetujuan dari International Astronomical Union (IAU), badan yang bertanggung jawab atas penamaan objek astronomi.
Matthew Tiscareno, seorang anggota tim peneliti dari SETI Institute, menambahkan bahwa penemuan ini menunjukkan kemungkinan adanya lebih banyak kompleksitas yang belum kita temukan terkait bulan-bulan yang mengorbit planet Uranus. Penemuan ini menunjukkan perlunya terus melakukan pencarian.
Penemuan bulan ke-29 ini terjadi berkat pengamatan cermat dari Teleskop Antariksa James Webb. Kamera Near-Infrared Camera (NIRCam) teleskop tersebut menangkap kilatan cahaya matahari dalam 10 seri gambar planet Uranus. Dari sana akhirnya mengungkap keberadaan bulan tersebut.















