Kota Tangerang, HALOBANTEN.COM – Ratusan pedagang Pasar Anyar Kota Tangerang yang menolak relokasi turun ke jalan.
Mereka meminta kepada Pemda Kota Tangerang, membuka akses jalan menuju pasar sebelum terjadi kesepakatan relokasi.
Para pedagang yang terdiri dari bapak-bapak dan emak-emak berkumpul dan sholat bersama di Masjid Jami’Al-Jihad lantai tiga Pasar Anyar sebelum turun ke jalan dengan membawa spanduk penolakan relokasi,
Setelah itu mereka turun ke Jalan Ahmad Yani untuk berorasi mendesak Pemkot Tangerang membuka beberapa akses menuju pasar.
“Kami di sini hanya untuk mencari uang receh buat makan tapi kenapa Pemkot mempersulit, bahkan akses menuju tempat usaha juga mereka tutup, sehingga menyulitkan para pelanggan masuk ke pasar,” Kata Ny Ida, seorang pedagang pakaian di kios Pasar Anyar, Kamis (25/1/2024).
Sebelum ada kesepakatan relokasi antara pedagang dan Pemerintah, lanjutnya, semestinya jangan mengoyak-oyak atau mengganggu usaha pedagang.
Sebenarnya, para pedagang tidak menolak adanya revitalisasi pasar yang merupakan proyek nasional ini.
Pihaknya hanya minta di relokasi ke tempat yang lebih memungkinkan, bukan ke Plasa Shinta dan Mal Metropolis yang jauh dan sepi pelanggan.
Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Anyar Kota Tangerang, Gufron Sulaiman, membenarkan hal tersebut.
Bahkan ia menilai Pemkot Tangerang arogan dan tidak mau memperhatikan nasib para pedagang.
Pasalnya kata dia, sebelum ada kesepakatan relokasi antara pedagang Dan Pemkot Tangerang, mereka sudah melakukan relokasi tersebut dan terlebih menutup akses pasar.
Masih Proses Mediasi di Pengadilan
Persoalan ini sudah mereka adukan atau sampai di pengadilan. Bahkan hingga kini masih dalam proses mediasi.
Untuk itu, tambah Gufron, pedagang minta kepada Pemkot Tangerang, dalam hal ini Penjabat Wali Kota Tangerang, Nurdin agar tidak arogan
“Mari kita sama-sama menghormati hukum hingga tercapai kesepakatan atau adanya putusan hukum yang berkekuatan tetap,” ungkapnya.
Lebih jauh Gufron menjelaskan, para pedagang tidak mau relokasi karena mereka belum mendapatkan kepastian untuk di tempatkan di satu titik yang tidak jauh dari Pasar Anyar, Seperti Pasar Mambo di Jalan Kisamaun.
Karena, ucapnya, selain dekat dengan Pasar Anyar, konsumenpun tidak akan hilang, mengingat posisi Pasar Mambo berdekatan dan tidak akan mengganggu jalannya revitalisasi Pasar Anyar.
Setelah sekitar satu jam beraksi, para pedagang, Pemkot Tangerang mengundang perwakilan pedagang untuk bernegosiasi di kantor Kecamatan Kota Tangerang.
Dalam Negoisasi yang berlangsung alot tersebut, akhirnya Penjawab Wali Kota Tangerang melunak atas tuntutan pedagang yang berharap di relokasi di Pasar Mambo.
“ari kita sama-sama survei ke Pasar Mambo. Apakah disana masih cukup untuk menampung ratusan pedagang Pasar Anyar atau tidak,” kata Nurdin
Bila tidak, sambungnya, tentu sebagian pedagang harus mencari lokasi lain untuk tetap bisa usaha.
Menyikapi hal itu, para pedagang akan tetap berjualan di Pasar Anyar sebelum ada kepastian bahwa mereka bisa berjualan di satu titik di Pasar Mambo.(Cak).
























