Akibat kejadian itu, tiga orang alami luka. Yanuar mengalami luka di bagian tangan dan leher. Begitu juga dengan Syarifudin dan satu warga lainnya. Mereka mengalami luka akibat hantaman benda tajam dan benda tumpul terduga pelaku.
“Jadi ada warga sedang lewat bawa motor berboncengan sama bapaknya diberhentikan oleh sekelompok orang itu dan motornya mau dirampas, lalu saya samperin, eh saya malah diserang sama mereka (terduga pelaku) pake sajam, lalu saya tangkis pake tangan,” bebernya.
Yanuar menyebut jumlah terduga pelaku sekitar 12 sampai 15 orang. Sebagian dari mereka merupakan warga pendatang yang mengontrak di lingkungan tersebut. Sebagian lagi datang dari wilayah Pamulang.
“Mereka semua warga pendatang asal Sumba NTT, pendatang yang ngontrak di lingkungan itu didatengin dan ribut sama temannya yang tinggal di Pamulang,” jelas Yanuar. Saat terlibat keributan, para terduga pelaku tengah dikuasai pengaruh minuman keras (Miras).
Aksi pengeroyokan dan penganiayaan itu pun berlanjut hingga pagi. Warga yang tidak terima, langsung mengepung rumah kontrakan yang dihuni oleh para terduga pelaku. Warga memaksa mereka untuk keluar dari dalam rumah kontrakan itu.
Parat kepolisian dan anggota TNI pun terjun ke lokasi untuk lakukan pengamanan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (JEK)















