dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, hingga kelurahan.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, proses pendataan diharapkan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat sekaligus menghasilkan data yang lebih komprehensif.
Sementara itu, Pilar meminta masyarakat tidak ragu saat menerima kunjungan petugas sensus. Ia memastikan seluruh informasi yang warga sampaikan tetap terjaga kerahasiaannya dan hanya dimanfaatkan untuk kepentingan statistik resmi negara.
“Petugas yang datang ke rumah warga adalah surveyor BPS. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dan diharapkan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan secara terbuka dan jujur,” katanya.
Partisipasi Warga Tentukan Keberhasilan Sensus
Lebih lanjut, Pilar menjelaskan data BPS tidak hanya berguna untuk memotret kondisi ekonomi secara makro. Data tersebut juga menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan, pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial.
Oleh sebab itu, ia menilai partisipasi masyarakat menjadi faktor utama dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Semakin lengkap dan akurat data yang terkumpul, semakin tepat pula kebijakan yang dapat pemerintah susun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Keberhasilan sensus ini bukan hanya tanggung jawab BPS atau pemerintah daerah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang baik pula,” tutupnya.
(JAR)















