News » BANTEN » Soal Kelola Sampah 1000 Ton Perhari Dengan Teknologi, Pemkot Tangsel Masih Sibuk Urus Administrasi dan Cari Investor

Soal Kelola Sampah 1000 Ton Perhari Dengan Teknologi, Pemkot Tangsel Masih Sibuk Urus Administrasi dan Cari Investor

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) Provinsi Banten hingga kini masih sibuk urus berbagai administrasi untuk menangani persoalan sampah dengan menggunakan teknologi. Setiap harinya, Tangsel menghasilkan sampah sebanyak 1000 ton.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan bahwa permasalahan sampah merupakan tanggung jawab dan masalah yang harus diatasi bersama-sama.

Menurutnya, penanganan sampah merupakan persoalan yang serius yang harus mendapatkan perhatian dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat maupun swasta.

BACA JUGA

Karena itu, harus ada upaya untuk penanganan jangka panjang berbasis teknologi ramah lingkungan.

Sedangkan untuk jangka pendeknya perlu kerja sama dari seluruh pihak terkait baik yang ada di dalam Kota Tangsel maupun dengan daerah lain.

Termasuk pihak-pihak swasta yang memiliki fasilitas dan menyediakan jasa pengolahan sampah.

Kerja sama ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah timbulan sampah di Kota Tangsel yang setiap harinya mencapai sekitar 1.000 ton.

Dia menjelaskan, upaya pengelolaan sampah dengan mewujudkan teknologi berbasis ramah lingkungan tersebut sesuai amanah Perpres Nomor 35 tahun 2018 juga terus berproses dan memiliki progress yang signifikan.

Setelah selesainya studi kelayakan dilanjutkan untuk segera mencari badan usaha sebagai investor yang siap membangun fasilitas dengan skema kerja sama.

Untuk jangka pendek saat ini, kata Benyamin Davnie, pihaknya berupaya melakukan kerja sama dengan berbagai sektor.

Salah satunya pihak swasta. Kerja sama itu sebagai alternatif agar sampah dari Tangsel dapat tertangani segera.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan administrasi untuk kerja sama dengan perusahaan atau pihak swasta. Mudah-mudahan hal tersebut bisa lancar,” jelas Benyamin dalam keterangannya, Senin (22/4/2024).

Upaya lainnya yakni membuka komunikasi intensif dengan Pemerintah daerah lain seperti ke Lebak, Pandeglang, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Bogor.

Contohnya dengan memanfaatkan TPST Lulut nambo di Bogor milik Provinsi Jawa Barat.

“Kita sudah bekerjasama bahkan kemungkinan rencana adanya TPA Regional milik Provinsi Banten,” tuturnya.

Pihaknya juga terus dialog dan menjalin bekerja sama, dan yang terbaru yakni membahas dengan Provinsi Banten dalam pembahasan pengelolaan sampah TPST Regional di Banten.

ITF Pondok Aren Cuma Mampu Olah Sampah 6 Ton Per Hari

Saat ini Pemkot Tangsel juga sudah mengatasi sampah dengan teknologi terbarukan.

Salah satunya dengan menghadirkan teknologi incinerator di Intermediate Treatment Facility (ITF) Pondok Aren.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, menambahkan, fasilitas pengolahan sampah berteknologi hydrodrive incinerator yang dibangun Pemkot Tangsel merupakan teknologi ramah lingkungan.

Fasilitas tersebut baru diterapkan di salah satu TPST di Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren.

“Saya rasa kalau memang ada lahan-lahan nanti ke depan kita maksimalkan menambah pembangunan incenerator, ini dievaluasi dulu, kita lihat hasilnya seperti apa kalau bagus kita tambah lagi,” ujar Pilar saat meninjau lokasi beberapa waktu lalu.

ITF Pondok Aren dapat mengolah sampah 60 ton per hari sehingga dinilai efektif untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Tangsel.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman, mengaku terus mengkampayekan dalam bentuk edukasi maupun sosialisasi kepada setiap elemen masyarakat.

Tujuannya agar masyarakat dapat lebih peduli terkait pengelolaan sampah melalui pemilahan dan pemanfaatan ratusan Bank Sampah yang sudah aktif beroperasi.

Dia berharap dengan keseriusan Pemkot Tangsel menanggulangi sampah bisa menjadi pelecut bagi elemen masyarakat di lingkungan maupun komunitas untuk lebih peduli akan sampah.

“Kita tidak akan jenuh dan tidak bosen-bosennya mengkampanyekan, mengimbau, mengajak seluruh lapisan warga masyarakat di Kota Tangerang Selatan agar tetap peduli,” tandasnya. (Red)

BERITA LAINNYA