Selanjutnya, Tini menjelaskan peran BKMM-DMI sebagai wadah pembinaan majelis taklim di bawah Dewan Masjid Indonesia. “Kami, BKMM-DMI, merupakan badan koordinasi majelis taklim masjid dalam bimbingan Dewan Masjid Indonesia. Tugas kami mencerdaskan ibu-ibu supaya mereka mau mengaji. Kami menjadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, melainkan juga tempat berniaga dan memberikan keterampilan setelah mengaji,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa ketahanan sosial dan keagamaan keluarga menjadi pondasi vital membentuk karakter masyarakat. Hal ini sesuai dengan moto Kota Tangerang Selatan: cerdas, modern, dan religius.
Fasilitasi Pembelajaran Agama
Di sisi lain, Ketua Yayasan Madarif Institute, Arifin Nugroho, menerangkan bahwa tema “Untold Story Bumi Syam” menjadi pembuka rangkaian pembelajaran sejarah Islam berbasis tempat-tempat bersejarah.
“Sebenarnya, ‘Untold Story Bumi Syam’ hanyalah permulaan. Kami akan bercerita tentang tempat-tempat para Nabi, mulai dari Syam, kemudian Mekkah, Madinah, Irak, hingga berbagai tempat lainnya. Kami memulainya dari sini,” jelas Arifin.
Ia menambahkan, Madarif Institute bertekad memfasilitasi pembelajaran agama dengan pendekatan yang inklusif, sebab belajar tidak mengenal usia maupun strata sosial.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Majelis Taklim Qonita, Lince Admaja, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan majelis yang kini sah menjadi yayasan berbadan hukum. “Hari ini bersejarah bagi kita semua, karena kita berkumpul meresmikan Majelis Taklim Qonita, yang ulang tahun ke-6nya kini resmi menjadi Yayasan Qonita Cahaya Insani. Kami mendirikan yayasan ini dengan tujuan mulia, yakni meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui kegiatan keagamaan dan sosial,” katanya.
Lince berharap yayasan ini sanggup memperluas manfaat dakwah dan menginspirasi masyarakat sekitar. “Oleh sebab itu, kami memprakarsai kerja sama dan kolaborasi dengan Madarif Institute pimpinan Ustaz Arifin Nugroho. Kami awali dengan kajian perdana bertema ‘Untold Story Bumi Syam’ bulan ini, yang Insya Allah berlanjut dan rutin menjadi kajian ketiga kami setiap bulannya,” sambung dia.
“Kami percaya bahwa dengan sinergi dan dedikasi, kita sanggup menciptakan perbedaan signifikan dalam kehidupan dan perjuangan dakwah. Tentu ini tantangan, maka kami mengharapkan kerja sama dan dukungan dari semua pihak agar semua berjalan baik, lancar, dan mendapat rida-Nya,” tutupnya.
(Alif/Jar/Red)















