HALOBANTEN.COM – Pasca gempa, Cuaca Dingin Ekstrem Landa Turki dan Suriah. Kondisi ini membuat keadaan korban gempa semakin menyedihkan.
Bahkan beberapa daerah sudah kehabisan bahan bakar untuk menghangatkan badan.
Cuaca musim dingin yang ekstrem juga menghambat upaya penyelamatan dan pengiriman bantuan.
Melansir dari AFP, Rabu (08/2/2023), tim penyelamatan terus berjibaku siang dan malam melakukan pencarian korban di lokasi ribuan bangunan yang roboh.
Presiden Turki Tayyip Erdogan mengambil kebijakan darurat atas peristiwa itu.
Erdogan menyatakan 10 provinsi Turki yang terkena dampak sebagai zona bencana.
Presiden Erdogan juga memberlakukan keadaan darurat di wilayah tersebut selama tiga bulan.
Untuk penanganan gempa, Pemerintah Turki berencana membuka hotel di pusat pariwisata Antalya untuk menampung orang-orang yang terkena dampak gempa.
Otoritas Turki mengatakan sekitar 13,5 juta orang terkena dampak gempa di wilayah yang membentang sekitar 450 km (280 mil) dari Adana di barat hingga Diyarbakir di timur, dan 300 km dari Malatya di utara hingga Hatay di selatan.
Otoritas Suriah pun telah melaporkan kematian di wilayah selatan Hama, sekitar 100 km dari pusat gempa.
“Sekarang berpacu dengan waktu,” kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa.
BMKG Ungkap 5 Penyebab Gempa Turki dan Suriah
Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG ungkap 5 penyebab gempa Turki dan Suriah pada Senin (06/2/2023).
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan ada lima penyebab gempa Turki sangat dahsyat.
Pertama adalah magnitudo gempa yang tergolong besar yakni 7,8.
Kedua, gempa terjadi di kerak dangkal.
Ketiga, ada tiga gempa besar yakni magnitudo 7,8, 6,7, dan 7,5.
Keempat, waktu gempa pagi hari pukul 4 saat warga banyak berada di rumah dan masih tidur.
Kelima, empat kota besar yang mengelilingi gempa juga mengakibatkan dampak dahsyat.
“4 pust gempa dikelilingi 4 kota besar: Gaziantep, Kahramanmaras, Pazarick, & Nurdagi,” tulis Daryono lewat akun Twiternya @DaryonoBMKG.
Sumber : AFP
Editor : Jek Jarkasih















