Ciputat Timur, HALOBANTEN.COM- Kecamatan Pondok Aren raih Juara Umum Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIV tingkat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2023.
Penetapan tersebut Koordinator Dewan Hakim, KH M Sobron Zayyan menyampaikan langsung penetapan tersebut.
“Juara umum pada MTQ Tingkat Kota Tangsel dengan jumlah nilai 149, jatuh kepada Kecamatan Pondok Aren,” kata salah satu dewan juri tersebut.
“Keputusan ini ditetapkan di Ciputat Timur Tangerang Selatan pada tanggal 11 Februari 2023 dan keputusan ini tidak dapat diganggu gugat”, tegasnya di lokasi acara di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatulah, Kecamatan Ciputat Timur, Sabtu malam (11/2/2023).
Turut hadir dalam penutupan MTQ tingkat Kota Tangerang Selatan, Sekda Tangsel selaku Ketua Umum LPTQ Tangsel Bambang Nurcahyo, Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Dedi Mahfudin, Ketua Harian LPTQ Provinsi Banten, Ahmad Tholabi Kharlie, Forkompinda Tangsel, para Camat, Lurah, dan tamu undangan.
Keputusan kafilah Kecamatan Pondok Aren juara umum MTQ ke-XIV tingkat Kota Tangsel tersebut, tertuang dalam Surat Keputusan Koordinator Dewan Hakim Nomor 06/DH-MTQ/Kota-TS/ll/2023 tentang penetapan peserta terbaik I, II dan III pada setiap cabang dan golongan MTQ ke XIV tingkat Kota Tangsel tahun 2023.
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Tangsel Bambang Noertjahyo membacakan sambutan Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, yang mengucapkan selamat kepada para pemenang, khususnya kecamatan Pondok Aren yang keluar sebagai juara umum.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada LPTQ Tangsel, Dewan Hakim, Panitera, dan semua pihak yang telah ikut mensukseskan kegiatan MTQ XIV ini. Semoga mendapat ridho Allah SWT dan tercatat sebagai amal jariyah”, ungkapnya.
Wali Kota menghimbau agar kegiatan MTQ kali ini bisa menjadi pelajaran agar tahun depan bisa lebih baik lagi.
Kepada para peserta, kegiatan MTQ ini bukanlah yang terakhir, tapi harus terus meningkatkan prestasi untuk even-even berikutnya, maka harus terus dilakukan pembinaan secara berkesinambungan.
Esensi yang lebih penting adalah kegiatan MTQ ini tidak hanya dijadikan sebagai ajang seremonial tahunan saja, tapi sebagai syi’ar Islam kepada masyarakat agar mereka dapat memaknai dan mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Ini salah satu upaya Tangsel dalam rangka mewujudkan masyarakat yang Cerdas, Modern dan Religius.
Pelaksanaan MTQ XIV tahun 2023 ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena ada partisipasi dari lintas agama di kota Tangsel pada Pawai Ta’aruf.
“Kami juga berharap dengan MTQ ini akan terwujud era kebangkitan generasi Qurani menuju kota Tangsel yang religius,” ujarnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel itu juga menjelaskan, upaya yang dilakukan tentunya tidak hanya cukup dalam acara MTQ saja.
Menurut Bambang Noertjahyo, perlu adanya kesungguhan serta tanggungjawab dan keterlibatan seluruh komponen.
Sehingga kegiatan MTQ ini memberikan pengaruh yang menjadikan gaya hidup, yaitu manusia yang Qur’ani yang akan dirasakan secara nyata dan terukur dalam pengembangan kehidupan masyarakat Kota Tangsel.
MTQ juga harus bisa menjadi wahana untuk menumbuhkan semangat membaca dan mempelajari Alqur’an.
Sehingga Alqur’an benar-benar dijadikan pedoman hidup dalam menghadapi derasnya pengaruh globalisasi terutama generasi muda kita yang merupakan generasi penerus bangsa.
Orang tua, kata dia, harus mampu memberikan pendidikan baik kepada anak-anak, terutama pendidikan budi pekerti dan akhlak serta pendidikan agama.
Hal ini agar mereka tumbuh dan berkembang sebagai generasi yang tangguh dan teguh imannya.
“Saya berharap semua pihak bersinergi untuk sungguh-sungguh meningkatkan kualitas pembelajaran,” kata Bambang Noertjahyo.
Sehingga cita-cita mulia ini dapat terwujud untuk menjadikan Kota Tangsel bebas dari buta aksara Alqur’an.
“Mudah-mudahan MTQ ke XIV ini menjadi acuan dan lebih ditingkatkan lagi pada masa-masa mendatang,” pungkasnya.
Ketua Harian LPTQ Tangsel, KH Muhammad Sobron Zayyan, mengatakan para juara pada MTQ XIV ini akan menjadi duta Tangsel untuk MTQ tingkat provinsi yang menurut rencana akan digelar di bulan Agustus 2023 di Kabupaten Tangerang.
“Atas nama LPTQ Kota Tangsel, kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Wali Kota, wakil Wali Kota, Sekda, Asda 1, Kemenag, para camat, khususnya kepada Camat tuan rumah beserta para lurah yang telah mensupport dalam menyukseskan MTQ dengan pelayanan yang luar biasa. Kami juga memohon maaf jika dalam penyelenggaraan ada kekurangan di sana sini,” ungkapnya.
Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Dedi Mahfudin, berharap para juara yang akan mewakili Kota Tangsel pada MTQ tingkat Provinsi Banten dapat terus diberikan pembinaan secara sistematik.
“Dengan pembinaan yang berkesinambungan, maka Insya Allah mereka akan tambil lebih baik dan Kota Tangsel dapat kembali mengambil gelar juara umum dari Kabupaten Tangerang,” ucapnya.
Kecamatan Pondok Aren menjadi juara umum dengan nilai 149, disusul kecamatan Pamulang dan Ciputat, masing-masing dengan nilai 147 dan 76.
Posisi berikutnya diraih kecamatan Ciputat Timur nilai 71, Serpong nilai 52, Serpong Utara nilai 15, dan kecamatan Setu nilai 14.
Selama 7 tahun berturut-turut gelar juara umum diraih oleh kecamatan Pamulang.
Pada acara penutupan yang diselenggarakan di halaman Fakultas Kedokteran UIN Jakarta ini juga dibagikan puluhan Doorprize, dengan Doorprize utama berupa umrah.
Camat Pondok Aren, Hendra, mengaku sangat bersyukur lantaran kafilah Kecamatan Pondok Aren keluar sebagai juara umum MTQ ke XIV tingkat Kota Tangsel tahun 2023 ini.
Menurutnya, evaluasi saat meraih peringkat tiga pada MTQ 2022 lalu, telah mendapatkan hasil maksimal.
“Evaluasi yang kami lakukan di tahun itu, menjadi acuan kafilah Pondok Aren dan bertekad untuk bisa menjadikan MTQ 2023 ini lebih baik dari tahun 2022,” kata Hendra.
“Alhamdulillah, ridho Allah menyertai kita. Kita jadi yang terbaik di tahun ini,” ujar Hendra.
Hendra menjelaskan, tanggungjawab yang dibebankan kepada dirinya lantaran menjabat di wilayah berjuluk seribu santri itu, menjadi tugas berat untuk bisa mengembalikan Pondok Aren sebagai juara umum setelah tujuh tahun gelar tersebut tak lagi diraih kecamatan tersebut.
“Pondok Aren sejak tujuh tahun lalu, tidak pernah menyandang gelar juara umum. Jadi pecah telur tahun ini,” tutur Hendra.
Tentunya sangat senang sekali, karena ini harapan semua masyarakat. Tentunya hasil juara umum ini buat masyarakat Pondok Aren,” terang Hendra.
Acara tersebut sekaligus menutup pagelaran MTQ XIV tingkat Kota Tangsel.
Editor: Jek Jarkasih















