Serpong, HALOBANTEN.COM – Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar forum konsultasi publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2025. Acara tersebut berlangsung di Swiss-Belhotel, Serpong, Kamis (21/12/2023).
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie membuka secara langsung konsultasi public RKPD 2025. Dalam kesempatan itu dia mengatakan pentingnya Forum konsultasi publik dalam menyusun RKPD yang tepat bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan.
Menurut Benyamin Davnie, RKPD ini wajib disusun dengan membuka ruang diskusi bagi stakeholder guna menyerap masukan, saran dan penyelerasan dalam upaya penyempurnaan RKPD. Penyusunan RKPD ini harus mengacu pada sejumlah indikator kinerja utama yang selama ini menunjukkan tren positif. Salah satunya terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Dia mencontohkan, IPM-nya Tangerang Selatan yang semula 81,95 persen menjadi 82,28 persen di 2023. Kemudian Tingkat pengangguran terbuka yang semula 6,59 persen menjadi 5,81 persen di 2023. Selanjutnya, laju penurunan angka prevalensi stunting dari 19,9 menjadi 9 persen. Ada lagi, rata-rata lama sekolah 11,84 menjadi 11,85.
“Kemudian angka harapan lama sekolah yang naik menjadi 14,68. Angka harapan hidup yang naik menjadi 73,11 di tahun 2023. Selanjutnya, kemampuan daya yang mencapai Rp16,23 juta,” jelasnya.
Keberhasilan ini adalah karena adanya kolaborasi seluruh stakeholder di Tangerang Selatan yang terus bersama membangun Kota Tangerang Selatan menjadi semakin maju hingga saat ini.
Namun demikian, Kota Tangsel saat ini masih menghadapi permasalahan tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan bersama. Mulai dari persoalan banjir hingga persampahan.
Oleh karena itu, arah pembangunan tahun 2025 harus mengarah pada peningkatan kualitas Tangsel unggul, inovatif dan layak huni.
Namun lagi-lagi hal itu bisa tercapai dengan sejumlah prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan pada 2025 nanti.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tangsel, Eki Herdiana, mengatakan, forum konsultasi publik ini merupakan tahapan awal dalam perancangan RKPD Kota Tangsel tahun 2025.
“Isinya permasalahan, isu strategis yang harus disepakati, termasuk pagu indikatif, tapi dasarnya adalah RPJMD,” kata Eki.
Menurutnya, RKPD ini merupakan tahun keempat dari RPJMD yang harus disepakati oleh pemangku kepentingan. “Akan dibahas, ada masalah yang terlewat atau tidak, nanti jadi bahan dalam tahapan berikutnya,” ujarnya.
(Red)















