Jakarta, HALOBANTEN.COM – Walaupun menutup musim dengan gemilang lewat lima kemenangan beruntun, Mauricio Pochettino harus rela kehilangan kursinya di Chelsea.
The Blues memutuskan untuk berpisah dengan pelatih asal Argentina tersebut setelah setahun kebersamaan.
Keputusan ini terbilang mengejutkan mengingat performa tim yang menunjukkan tren positif di akhir musim.
Di bawah arahan Pochettino, Enzo Fernandez dan kawan-kawan berhasil mengamankan posisi keenam di Liga Inggris dan tiket ke kompetisi Eropa (UEFA Conference League atau Liga Europa, tergantung hasil final Piala FA).
Pemecatan Pochettino menandai pergantian nahkoda kelima Chelsea dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Sebelumnya, The Blues pernah ditangani oleh Thomas Tuchel, Graham Potter, Frank Lampard, dan Pochettino sendiri.
Situasi ini memicu spekulasi bahwa Chelsea bakal kembali melakukan “reset” tim.
Mantan bek Chelsea, Ashley Cole, menyayangkan keputusan pemecatan ini. Ia menilai Pochettino menunjukkan kerja keras dan perubahan positif selama musim ini.
“Terus terang, saya sedih dan kecewa. Saya melihat kerja keras yang dia (Pochettino) curahkan untuk klub dan tim. Kita melihat perubahan hasil yang positif,” ujar Cole.
Menurut dia, seandainya awak media bertanya di awal musim, dia akan menerima posisi keenam ini. Dia berdalih sudah bekerja dengan fantastis.
“Dia menangani tim muda yang membutuhkan polesan. Menjaga momentum dan konsistensi memang sulit. Memang, awal musimnya tidak sesuai harapan, tapi lihat hasil akhirnya. Dia bekerja fantastis. Saya benar-benar sedih,” kata Cole lagi.
Di tengah kabar pemecatan Pochettino, nama pelatih Leicester City, Enzo Maresca, sempat mencuat sebagai kandidat utama penggantinya. Namun, Maresca dikabarkan menolak tawaran Chelsea.
Pelatih asal Italia ini mengungkapkan ambisinya untuk membangun tim yang kuat dalam jangka panjang, sesuatu yang bertolak belakang dengan kebijakan Chelsea yang kerap mengganti pelatih.


























