Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Akun media sosial Instagram milik Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Selatan (DLH Tangsel) diserbu netizen.
Kolom komentar beberapa postingan pun tiba-tiba ditutup oleh admin akun Instagram DLH Tangsel.
Tidakan itu justru semakin memicu komentar netizen yang menuding adanya dugaan korupsi dalam pengelolaan sampah di kota Tangsel.
Sejumlah netizen yang tidak bisa berkomentar di unggahan terbaru DLH Tangsel, kemudian berusaha mencari unggahan lama yang masih bisa dikomentari.
Begitu menemukan video atau foto yang masih terbuka komentarnya, mereka langsung menyerbu dengan berbagai sindiran pedas.
“Ciee off komentar,” tulis akun @budiiikurr dalam salah satu unggahan yang masih bisa dikomentari.
Netizen lainnya juga tak kalah sengit dengan menyindir “Matikan komentar, matikan kepercayaan rakyat juga ya?”
Netizen menuding ada ketidakwajaran dalam pengelolaan sampah di Tangerang Selatan, yang diduga melibatkan oknum pejabat DLH.
Meski belum ada bukti konkret yang dipublikasikan, kemarahan warga ini diduga dipicu oleh adanya pemberitaan atau rumor mengenai anggaran yang tidak transparan.
Tidak sedikit warganet yang menuntut transparansi dan meminta pihak berwenang untuk mengusut dugaan ini.
Hingga saat ini, pihak DLH Tangerang Selatan belum memberikan pernyataan resmi terkait penutupan kolom komentar atau dugaan korupsi yang dituduhkan netizen.
Sikap diam ini justru semakin memperkeruh suasana, dengan netizen yang terus berusaha mencari cara untuk menyampaikan kritik mereka.
Warganet menilai bahwa alih-alih menutup kolom komentar, seharusnya instansi tersebut memberikan klarifikasi terkait isu yang berkembang.
Fenomena netizen yang “menyerbu” akun media sosial milik pemerintah atau institusi publik bukan hal baru di Indonesia.
Media sosial kini menjadi ruang publik tempat masyarakat menyalurkan kritik dan menuntut akuntabilitas dari pemerintah.
Dalam berbagai kasus, tekanan netizen sering kali berhasil mendorong pihak berwenang untuk memberikan klarifikasi atau bahkan membuka penyelidikan lebih lanjut.
Kasus ini menunjukkan bahwa transparansi dan komunikasi terbuka dengan masyarakat menjadi hal yang sangat penting, terutama di era digital saat ini.
Jika DLH Tangerang Selatan tidak segera memberikan respons yang jelas, bukan tidak mungkin tekanan publik akan semakin membesar.
Masyarakat kini menanti apakah ada tanggapan resmi dari pihak terkait atau bahkan tindakan dari aparat penegak hukum untuk menyelidiki dugaan yang beredar.
Reporter: Alif Azhar















