JAKARTA, HALOBANTEN.COM – Ibu Kota Nusantara (IKN) sebentar lagi akan punya landmark baru yang bikin mata melongo: Menara BUMN! Bangunan pencakar langit ini digadang-gadang bakal menjulang setinggi 778 meter dengan 138 lantai.
Bayangkan, tingginya hampir menyaingi ikon dunia, Burj Khalifa di Dubai, namun tetap memegang identitas Asia Tenggara. Ini jelas bukan kaleng-kaleng!
Didesain oleh Alien Design Consultant (namanya saja sudah bikin penasaran!) berkolaborasi dengan arsitek kelas dunia Atkins, Menara BUMN bukan sekadar tinggi. Bentuknya yang terinspirasi dari ikatan padi, melambangkan kemakmuran dan persatuan—sentuhan filosofis yang kental dengan kearifan lokal.
Fasilitas Mewah dan Konsep Filosofis
Menara ini akan berdiri megah di atas lahan seluas 20.000 meter persegi, dengan total anggaran fantastis mencapai Rp3,5 triliun. Dana ini didapatkan dari campuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta investor swasta.
Di dalamnya, bukan cuma kantor BUMN yang bakal memenuhi setiap lantai. Ada juga hotel bintang lima, masjid, museum, pusat komunitas, area perbelanjaan, hingga plaza untuk acara seremoni yang langsung terhubung dengan danau. Konsepnya jelas, gedung setinggi ini harus punya pemandangan yang estetik!
Salah satu fitur paling ikonik adalah jembatan kolaboratif yang akan membentang di tengah menara. Ini bukan sekadar jembatan biasa, lho. Jembatan ini memiliki filosofi sebagai lambang sinergi antar BUMN. Semoga saja filosofi ini benar-benar terwujud, mengingat kolaborasi antar BUMN kadang lebih sering jadi berita utama masalah daripada solusi.
Ambisi Besar di Tengah Pertanyaan Publik
Dengan desain futuristik dan ambisi yang menjulang tinggi, Menara BUMN diproyeksikan menjadi simbol kemajuan, keberlanjutan, dan kebanggaan bagi Indonesia. Namun, di tengah euforia ini, publik tetap punya pertanyaan kritis: “Yang penting tinggi dulu, atau fungsionalitasnya bisa berjalan optimal dulu?”
Membangun kebanggaan melalui menara setinggi langit memang penting. Tapi, memastikan kebutuhan dasar seperti listrik yang menyala dan air yang mengalir di IKN secara stabil tentu tak kalah krusial.
Bagaimana menurutmu, apakah Menara BUMN ini akan benar-benar menjadi kebanggaan baru Indonesia ataukah ada prioritas lain yang lebih mendesak di IKN? (*/bbs)















