JAKARTA, HALOBANTEN.COM – Dua karyawan provider berinisial F (46) dan FFR (30) baru aja dicokok polisi! Mereka nekat jual SIM card ‘bodong’ yang udah terdaftar atas nama orang lain. Edan, buat apa coba? Usut punya usut, SIM card ini dijual ke penipu!
Cuma Demi Target Penjualan
Kasus ini diungkap sama Kasubdit 3 Ditres Siber Polda Metro Jaya, AKBP Rafles Langgak Putra Marpaung. Menurutnya, keuntungan yang didapat para pelaku gak seberapa, sama aja kayak jual SIM card biasa. Tapi, kok nekat?
Ternyata, para pelaku ini dikejar target sama perusahaannya! Mereka ngaku, SIM card yang udah teregistrasi itu lebih gampang laku. “Kalau di konter ada pilihan SIM card yang sudah teregister dan belum teregister, pasti orang akan lebih banyak membeli SIM card yang sudah teregister,” jelas Rafles.
Jadi, kalo target penjualan gak tercapai, mereka “akalin” dengan ngaktifin dan registrasi kartu sendiri. Modus banget!
SIM Card Bodong Sampai ke Tangan Penipu Kelas Kakap
Gak cuma F dan FFR, polisi juga nangkep KK (62), pengusaha konter HP yang jadi penadah SIM card ‘bodong’ ini. Dari tangan KK, polisi nyita 154 SIM card yang udah terdaftar dengan data pribadi orang lain!
Nah, SIM card inilah yang dipake sama IER (51) buat aksi penipuan online. IER ini modusnya jadi orang penting di LinkedIn, ngaku-ngaku punya latar belakang pendidikan keren buat nipu korbannya.
Data Pribadi Dicuri dari Google
Yang paling bikin geleng-geleng, FRR sebagai pelaku utama ngaku kalo data pribadi yang dipake buat registrasi SIM card ‘bodong’ ini dicomot dari Google! “Dia melakukan searching di Google mendapatkan data-data berupa NIK dan KK,” kata Rafles.
Ancaman Penjara Menanti
Keempat pelaku sekarang udah jadi tersangka dan ditahan. Mereka dijerat Pasal 51 ayat (1) Jo Pasal 35 Undang-Undang ITE dan/atau Pasal 67 ayat (3) Jo Pasal 65 ayat (3) Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Siap-siap aja mendekam di bui!
Kasus ini jadi peringatan keras buat kita semua. Hati-hati banget sama data pribadi kalian! Jangan sampai data kita disalahgunakan sama oknum-oknum gak bertanggung jawab kayak gini. (*/bbs)















