Jakarta, HALOBANTEN.COM – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) demo rusuh dengan mengepung Markas Komando (Mako) Brigade Mobil (Brimob) di Jakarta, sebagai protes atas insiden yang menimpa rekan mereka.
Dari sejumlah video yang beredar di aplikasi grup Whatsapp terlihat aksi saling serang aparat dengan massa. Namun, hingga berita ini terbit belum ada pernyataan dari pihak berwajib mengenai kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob.
Massa menuntut pertanggungjawaban setelah kendaraan taktis Barakuda Brimob melindas dua pengemudi ojol saat berunjuk rasa di Pejompongan.
Insiden rusuh tersebut mengakibatkan dua pengemudi ojol, Affan Kurniawan dan Moh. Umar, menjadi korban.
Affan Kurniawan meninggal dunia akibat insiden tersebut, sementara Moh. Umar menderita luka-luka. Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kemarahan massa yang memprotes tindakan Brimob, yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka. Kericuhan memuncak saat seorang anggota polisi menjadi sasaran amarah massa.
Pada Kamis malam, massa ojol terus berdatangan ke depan Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat. Namun brimob membalas aksi protes massa ini dengan menembakkan gas air mata.
Meski sempat mundur, massa kembali maju, menunjukkan tekad kuat mereka untuk mengusut tuntas kasus ini. Aksi lanjutan direncanakan pada Jumat, setelah salat Jumat, sebagai bentuk solidaritas sesama pengemudi ojol.
(Jek/Red)















