Jakarta, HALOBANTEN.COM – Tujuh anggota Korps Brimob Polda Metro Jaya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah terlibat dalam tabrak lari yang menimpa seorang pria berjaket ojek online (Ojol). Peristiwa ini terjadi saat aksi demo berlangsung dan kendaraan taktis Barakuda milik Brimob menjadi alatnya.
Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim menjelaskan, pihaknya telah mengamankan ketujuh anggotanya yang berada di dalam kendaraan taktis Barakuda . Ketujuh anggota Brimob tersebut yaitu Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka D.
Penyidik dari Propam Mabes Polri bekerja sama dengan Korps Brimob Polda Metro Jaya untuk melakukan pemeriksaan gabungan terhadap para terduga pelaku.
Mengingat para anggota Brimob itu melakukan perbuatan tersebut, koordinasi lintas kesatuan menjadi penting. Abdul Karim mengatakan, pemeriksaan saat ini berlangsung di Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan mobil Barakuda Brimob melindas seorang pendemo berjaket ojol menjadi viral.
Informasi tentang nasib korban sempat simpang siur, namun berita terbaru menyebutkan korban telah dibawa ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan.
Kapolri Minta Maaf atas Kericuhan Demo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyesali insiden tabrak lari ini dan secara terbuka meminta maaf. Listyo menyatakan pihak kepolisian sedang menangani kasus ini secara serius.
“Kami menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya. Kami sedang mencari keberadaan korban dan saya meminta untuk Propam melakukan penanganan lebih lanjut,” ujar Listyo.
Beliau juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban dan seluruh keluarga besar ojol. “Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban dan seluruh keluarga dan juga seluruh keluarga besar Ojol,” kata Listyo.
(Jek/Red)















