Jakarta, HALOBANTEN.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jawa Tengah (Jateng) pada awal pekan ini. Selain itu, tim penindakan mengamankan sejumlah pihak di Kabupaten Pekalongan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan OTT tersebut saat memberikan keterangan pada Selasa (3/3/2026). Ia menyebut salah satu pihak yang terjaring merupakan Bupati Pekalongan.
Penyidik KPK memboyong para pihak yang terjaring ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Poses klarifikasi dan pendalaman perkara berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang terjaring dalam operasi tersebut. Hingga kini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif.
Empat Ruangan Kantor Pemkab Pekalongan Disegel
Pemerintah Kabupaten Pekalongan memastikan adanya penyegelan sejumlah ruangan kantor oleh penyidik KPK pada Selasa. Adapun ruangan yang tersegel meliputi ruang bupati, ruang sekretaris daerah, ruang Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja, serta ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, membenarkan adanya OTT terhadap Bupati Pekalongan dan beberapa pejabat daerah. Namun demikian, ia belum memerinci perkara yang menjadi dasar operasi tersebut.
Anis mengaku belum mengetahui kronologi lengkap karena masih menjalankan tugas luar daerah. Oleh sebab itu, ia meminta publik menunggu perkembangan resmi dari KPK.
Sebanyak 11 Orang Turut Ditangkap, Termasuk Sekda
Selain Bupati Pekalongan, KPK juga mengamankan 11 orang dari Pekalongan ke Jakarta pada Selasa malam. Rombongan tersebut terdiri atas aparatur sipil negara (ASN) dan pihak swasta.
Budi Prasetyo menjelaskan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Mohammad Yulian Akbar, termasuk dalam rombongan tersebut. Dengan demikian, total pihak yang menjalani pemeriksaan bertambah setelah kloter pertama tiba lebih awal.
Sebelumnya, tim KPK lebih dulu membawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama ajudan dan orang kepercayaannya ke Jakarta. Ketiganya masih menjalani pemeriksaan intensif hingga Selasa malam.
Lebih jauh, Budi menyatakan OTT tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Namun begitu, ia belum menguraikan secara rinci barang bukti yang berhasil diamankan.
Sebagai tambahan informasi, KPK akan menyampaikan keterangan resmi secara lengkap setelah seluruh pihak tiba di Jakarta dan proses pemeriksaan awal rampung. Dengan demikian, publik masih menunggu penetapan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi ini.
(Dar)















