Tangerang, HALOBANTEN.COM – Kebakaran TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih berlangsung hingga Kamis (2/7/2026). Gubernur Banten memastikan petugas terus memaksimalkan proses pemadaman.
Kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi fokus utama saat Andra Soni meninjau lokasi. Selain itu, ia mengikuti rapat koordinasi bersama tim pemadam yang dipimpin Bupati Tangerang .
Andra menerima laporan terbaru tentang penanganan kebakaran dari berbagai unsur. Pemerintah Provinsi Banten juga mengerahkan tim pemantau ke lokasi.
Menurut Andra, cuaca panas ekstrem menjadi salah satu pemicu utama kebakaran. Bahkan, kondisi panas tahun ini tergolong paling panjang dalam 30 tahun terakhir.
“Cuaca panas sangat ekstrem dan berlangsung lama,” ujar Andra kepada wartawan.
Selain cuaca panas, angin kencang mempercepat penyebaran api. Karena itu, petugas terus memperkuat pengendalian di area rawan.
Gas Metana Jadi Ancaman Serius
Andra menjelaskan gas metana di bawah tumpukan sampah memicu risiko tambahan. Oleh sebab itu, petugas membatasi akses menuju area kebakaran.
Pembatasan itu bertujuan menjaga keselamatan personel dan warga sekitar. Sementara itu, pemerintah daerah terus mengoordinasikan bantuan lintas wilayah.
Andra menilai kebakaran TPA bukan kejadian baru di Banten. Namun, pengalaman kebakaran menjadi bahan evaluasi penting.
Ia meminta seluruh pengelola TPA meningkatkan kesiapsiagaan saat musim kemarau. Setiap TPA wajib memiliki alat pemadam dan cadangan air.
“Nanti setiap TPA harus punya alat pemadam dan tampungan air,” tegasnya.
Saat ini, status kebakaran masuk kategori tanggap bencana. Petugas melibatkan helikopter dan 16 armada pemadam kebakaran.
Selain memadamkan api, petugas melakukan pembasahan area sekitar. Langkah itu penting agar api tidak meluas.
(LIF)

















