Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Beasiswa IBLAM untuk Tangsel resmi hadir melalui kerja sama antara Pemerintah Kota dan . Kerja sama ini diselenggarakan di Kantor Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Program ini mencakup beasiswa pendidikan hukum dan hibah ribuan pohon, pada Selasa (30/6/2026).
Selain itu, Beasiswa IBLAM untuk Tangsel memberi peluang bagi lima calon mahasiswa hukum pilihan pemerintah kota. Program ini juga menyasar ASN di lingkungan Pemkot Tangsel.
Wali Kota mengatakan kerja sama ini membawa manfaat pendidikan dan lingkungan sekaligus.
Menurut Benyamin, IBLAM menyerahkan hibah 2.300 pohon hortikultura, buah, dan pohon pelindung. Seluruh pohon akan tersebar di Kecamatan Serpong Utara.
Ia menjelaskan jenis pohon yang disiapkan cukup beragam. Jenisnya meliputi pete, jengkol, durian, jambu, alpukat, nangka, hingga sengon.
Selanjutnya, pemerintah kecamatan akan membagi pohon ke tujuh kelurahan. Penentuan titik tanam akan menyesuaikan kebutuhan wilayah.
Benyamin menegaskan penanaman bukan target akhir. Karena itu, kelurahan bersama RT dan RW wajib menjaga pohon hingga tumbuh.
Ia berharap program ini menjadi momentum penghijauan kota. Dengan begitu, Tangsel bisa menjadi wilayah yang lebih hijau.
IBLAM Siapkan Beasiswa Penuh
Kepala Yayasan IBLAM, Rahmat Dwi Putranto, menyebut program ini menjadi bagian pengabdian masyarakat kampus.
Ia menjelaskan kegiatan ini juga menjadi rangkaian menuju HUT IBLAM ke-33 pada 12 Juli 2026.
Menurut Rahmat, Tangsel berkembang pesat sebagai pusat ekonomi baru. Karena itu, IBLAM melihat peluang kolaborasi yang strategis.
Ia juga menilai hubungan baik dengan Pemkot Tangsel memperkuat kerja sama ini. Alhasil, yayasan memutuskan memberi beasiswa penuh.
Beasiswa tersebut terbuka bagi putra daerah Tangsel yang mendapat rekomendasi wali kota. Selain itu, ASN Tangsel juga bisa mengakses program serupa.
Seleksi Berdasarkan Prestasi dan Komitmen
Rahmat menyerahkan mekanisme seleksi kepada Pemkot Tangsel. Pemerintah dapat memakai indikator akademik maupun non-akademik.
Ia mencontohkan atlet berprestasi bisa masuk pertimbangan. Begitu juga siswa dengan nilai akademik tinggi.
Namun, penerima beasiswa wajib menjaga performa kuliah. IBLAM menetapkan standar IPK minimal 3,00.
Jika nilai turun, kampus akan melakukan evaluasi. Kehadiran, keseriusan, dan capaian akademik menjadi indikator utama.
Rahmat menambahkan program penghijauan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, IBLAM juga menanam pohon di Tegal dan Banyuwangi.
Ia berharap kolaborasi dengan Pemkot Tangsel terus berlanjut. Dengan demikian, manfaat pendidikan dan lingkungan bisa terasa lebih luas.
(LIF)

















