Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Pemkot Tangsel memperkuat pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar. Pengentasan kemiskinan di Tangsel tidak hanya mengandalkan bantuan sosial, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, pemerintah perlu menjalankan penanganan kemiskinan secara menyeluruh.
Menurutnya, bantuan sosial tetap penting sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Namun, pemerintah juga mendorong peningkatan keterampilan agar masyarakat mampu memperoleh penghasilan secara mandiri.
“Selain bantuan sosial kita juga akan tingkatkan melalui pelatihan kerja, bukan hanya modal,” ujar Benyamin, Selasa (29/9/2026).
Benyamin menyebut pelatihan tersebut juga menyasar masyarakat yang ingin mengembangkan usaha dalam sektor ekonomi kreatif.
Penguatan UMKM dan Keterampilan Masyarakat
Selanjutnya, Pemkot Tangsel memperkuat pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM.
Program tersebut membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, pemasaran, serta pemanfaatan teknologi digital.
Selain UMKM, pemerintah juga mengembangkan keterampilan digital bagi pemuda pada tingkat kelurahan.
Pelatihan produksi konten digital dapat membuka peluang usaha serta sumber penghasilan baru bagi masyarakat.
Pemkot Tangsel juga memperkuat program pengentasan kemiskinan melalui basis data sosial ekonomi.
Pemerintah memanfaatkan Datara atau Data Rakyat Tangerang Selatan untuk mendukung berbagai program pembangunan.
Data tersebut membantu pemerintah menyusun, menjalankan, memantau, serta mengevaluasi program secara lebih tepat sasaran.
Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat
Selain pemberdayaan ekonomi, Pemkot Tangsel memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui sejumlah program sosial.
Salah satunya melalui program bedah Rumah Umum Tidak Layak Huni atau RUTLH.
Program tersebut membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak, sehat, dan aman.
Pemerintah juga memperbaiki kualitas lingkungan permukiman melalui penanganan kawasan kumuh.
Perbaikan mencakup jalan, saluran air, sanitasi, penerangan, serta fasilitas lingkungan lainnya.
Sementara itu, sektor kesehatan turut mendapat perhatian melalui penguatan Pos Gizi.
Program tersebut menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta balita dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Intervensi Pos Gizi mencakup pemberian makanan bergizi, edukasi, serta pendampingan keluarga.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menilai pendampingan penting untuk memastikan intervensi sesuai kebutuhan penerima manfaat.
“Yang penting nanti dari penilaian kader kesehatan bersama dengan nutrisionis,” kata Pilar.
Menurutnya, kader dan nutrisionis akan menentukan kelompok yang membutuhkan intervensi berdasarkan kondisi masing-masing.
Dengan pendekatan tersebut, pengentasan kemiskinan di Tangsel berjalan melalui berbagai sektor secara berkelanjutan.
Pemerintah tetap memberikan bantuan sekaligus memperluas akses keterampilan, layanan dasar, dan peluang ekonomi masyarakat.
(LIF)

























