BSD City, HALOBANTEN.COM – Sinar Mas Land kembali menunjukkan komitmennya pada sektor pendidikan dengan menggelar Program Bantuan Pendidikan 2025. Inisiatif ini berfokus pada pemberian kesempatan belajar yang lebih luas bagi generasi muda di BSD City dan sekitarnya.
Sebanyak 306 penerima manfaat, terdiri dari anak-anak karyawan, pelajar dari berbagai tingkatan sekolah, penggerak pendidikan, hingga anak-anak petani binaan, mendapatkan bantuan dengan total nilai Rp300 juta. Penyerahan bantuan ini secara simbolis terlaksana pada 15 Agustus 2025 di Auditorium Green Office Park 9, BSD City.
Dony Martadisata, Managing Director President Office Sinar Mas Land, menyatakan, program ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan setiap individu dalam keluarga besar Sinar Mas Land dan komunitas binaan memiliki akses pada pendidikan yang berkualitas. Hal ini sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang mengutamakan pendidikan inklusif.
Selain penyerahan bantuan, acara ini juga menampilkan Workshop Parenting dengan tema “Semangat 45 dari Meja Belajar, Mendampingi Anak Tanggung Berjuang” bersama Arfilla Ahad Dori, M.Psi.
Workshop ini bertujuan memberikan pemahaman dan bekal bagi orang tua, siswa, dan guru binaan terkait pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak belajar, membangun komunikasi yang sehat, serta menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini.
Sinar Mas Land, melalui divisi Corporate Social Responsibility (CSR), telah menjalankan berbagai program untuk memberdayakan komunitas. Meliputi Bina Sekolah, Bina Literasi, Bina Kampung, Bina Usaha, Pasar Rakyat Go Digital, serta Kemitraan Pertanian Lokal.
Berbagai program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pendidik dan siswa. Program bergulir melalui berbagai kelas, pelatihan, dan pendampingan.
Sementara itu, program Kemitraan Pertanian Lokal bertujuan untuk mendukung petani lokal dengan budidaya ramah lingkungan yang mengutamakan keberlanjutan.
Upaya keberlanjutan juga terlaksana melalui program “Plastic to Food” dan “Plastic to Book,”. Melalui program ini pihaknya mengajak masyarakat untuk menukar sampah plastik dengan bahan kebutuhan pokok atau buku. (*)















