Tangerang, HALOBANTEN.COM — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Banten mencatat capaian lebih dari 70 persen secara nasional. Capaian CKG Banten tersebut menempatkan Provinsi Banten sebagai peringkat kedua nasional setelah Gorontalo.
Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma mengapresiasi capaian tersebut saat mengunjungi RSUP Sitanala, Kota Tangerang.
Kunjungan itu berlangsung dalam rangka inventarisasi materi pengawasan pelaksanaan Program CKG.
Menurut Filep, pelaksanaan CKG Banten dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
“Pelaksanaan CKG di Banten menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia,” ujar Filep.
Filep mengatakan Komite III DPD RI ingin melihat langsung strategi Banten menjalankan program tersebut.
Selanjutnya, hasil kunjungan akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi kepada pemerintah pusat.
Komite III berharap strategi Banten dapat menjadi acuan bagi daerah lain dalam memperluas layanan CKG.
CKG Banten Jangkau Hampir 8 Juta Warga
Direktur Fasilitasi dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes Roy Himawan turut mengapresiasi capaian Banten.
Ia berharap program tersebut semakin luas menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Banten.
Menurut Roy, CKG dapat menghasilkan data kesehatan masyarakat secara lebih akurat.
Data tersebut kemudian dapat membantu pemerintah menyusun kebijakan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusumah mengatakan CKG telah menjangkau lebih dari 7 juta warga.
Bahkan, jumlah peserta hampir mencapai 8 juta orang.
“Di Banten, capaiannya sudah lebih dari 70 persen,” kata Dimyati.
Karena itu, Pemprov Banten terus memperluas pelayanan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
Wilayah Banten utara akan mendapat pemutakhiran teknologi kesehatan secara bertahap.
Sementara itu, pemerintah fokus meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan di wilayah Banten selatan.
Langkah tersebut bertujuan agar seluruh masyarakat memperoleh layanan kesehatan secara optimal.
Pemkot Tangerang Terapkan Sistem Jemput Bola
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan CKG menjadi bagian dari upaya pencegahan dan promosi kesehatan.
Karena itu, Pemkot Tangerang menerapkan strategi jemput bola untuk memperluas jangkauan program.
Petugas mendatangi sekolah, perusahaan, komunitas, hingga lingkungan tempat tinggal masyarakat.
“Pemkot Tangerang melakukan sistem jemput bola dalam pelaksanaan CKG,” ujar Sachrudin.
Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan capaian Banten hampir menyamai Gorontalo.
Menurut Ati, selisih capaian kedua provinsi tersebut hanya sekitar 0,7 persen.
“Peringkat teratas capaian Program CKG di Indonesia adalah Provinsi Gorontalo,” kata Ati.
Karena itu, Dinkes Banten terus mendorong masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan.
Petugas juga turun langsung ke lapangan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program tersebut.
(LIF)

























