News » TANGERANG RAYA » Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Sungai Sasak Tangsel, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Sungai Sasak Tangsel, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Warga menemukan sosok mayat laki-laki mengapung di Sungai Sasak, sekitar Masjid Al Huda, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Senin (5/10/2026) pagi. Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Ketua RT setempat.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, pihaknya menerima informasi tersebut sekitar pukul 07.30 WIB. Setelah menerima laporan, polisi langsung bergerak menuju lokasi untuk mengecek kondisi.

“Kami mendapatkan informasi dari Pak RT, dari masyarakat bahwa ada sosok mayat mengapung di Sungai Sasak. Informasinya sekitar pagi, sekitar jam setengah delapan,” ujar Bambang kepada Halobanten.com.

BACA JUGA

Menurut Bambang, personel TNI-Polri bersama unsur kelurahan dan kecamatan langsung turun ke lokasi. Petugas juga mendapat dukungan ambulans untuk menangani proses evakuasi.

Petugas kemudian mengecek lokasi di sekitar kolong jembatan Sungai Sasak. Jembatan tersebut menjadi akses penyeberangan warga dari jalan menuju kawasan perumahan.

Polisi Temukan Kendaraan Korban

Saat mengecek barang milik korban, polisi menemukan kunci sepeda motor Honda PCX berwarna hitam di dalam celana korban. Polisi kemudian mencocokkan informasi tersebut dengan keberadaan sepeda motor yang warga lihat di sekitar lokasi.

“Setelah dievakuasi, saya buka di celananya, ketemu kunci motor PCX warna hitam. Benar seperti keterangan para saksi, ada motor yang ditinggal di situ dari kemarin,” ujar Bambang.

Polisi kemudian menemukan sepeda motor Honda PCX berwarna hitam di sekitar danau dekat lokasi. Nomor polisi kendaraan tersebut yakni B 3433 WDK.

Polisi juga meminta keterangan dari tiga orang saksi untuk mendalami temuan tersebut. Keterangan para saksi menyebutkan bahwa seseorang meninggalkan sepeda motor di sekitar lokasi sehari sebelum penemuan mayat.

Bambang mengatakan, polisi belum dapat memastikan penyebab kematian maupun waktu kematian korban. Polisi membawa jenazah ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi.

“Kita lakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya, kapan waktunya meninggal, semuanya itu. Jadi kita lakukan proses scientific crime investigation,” ujar Bambang.

Bambang menegaskan, polisi belum bisa berspekulasi mengenai penyebab kematian korban. Tim medis nantinya akan menentukan penyebab kematian melalui hasil pemeriksaan dan autopsi.

“Yang menyatakan penyebab meninggalnya itu adalah dari medis, dari kedokteran,” ujar Bambang.

Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kematian tersebut.

Bambang menyebut korban merupakan seorang laki-laki berinisial KMI. Korban lahir pada Maret 2001.

Polisi saat ini masih menjalankan proses penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta hasil pemeriksaan medis. Sementara itu, Bambang memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman dan terkendali.

“Intinya keselamatan masyarakat adalah hukum yang tertinggi. Kita pastikan masyarakat tidak ada rasa ketakutan, harus semua aman. Kita hadir di tengah masyarakat sebagai representasi atau sebagai perwakilan negara,” ujar Bambang.

(LIF)

BERITA LAINNYA