Wangsakara sebagai ulama besar sekaligus tokoh yang pengaruhnya melampaui wilayah Banten.
Menurut Maesyal, kawasan makam Raden Aria Wangsakara kini tumbuh sebagai pusat wisata religi dan kajian keislaman. Peziarah datang dari berbagai daerah untuk mengenang sekaligus belajar sejarah.
“Kawasan makam ini menjadi ruang spiritual masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen melakukan penataan agar peziarah merasa lebih nyaman,” tutur Maesyal.
Tiga Peran, Satu Teladan
Ketua Yayasan Raden Aria Wangsakara, Sirojudin Ruyani, menjelaskan bahwa Haul ke-345 mencerminkan penghormatan atas tiga peran utama Wangsakara: Pahlawan Nasional, ulama penyebar Islam, serta pendiri Tangerang.
“Haul ini menjadi pengingat bahwa Tangerang berdiri atas perjuangan, iman, dan pengorbanan,” ujar Sirojudin.
Di tengah arus modernisasi, haul Wangsakara kembali menegaskan satu pesan penting: pembangunan sejati berakar pada sejarah, nilai, dan keteladanan para pendahulu. Jika ingin melangkah jauh, masyarakat Banten perlu terus menengok jejak yang telah membuka jalan.
(Red)















