Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus berupaya mengatasi permasalahan sampah yang semakin kompleks.
Sampah adalah hasil sampingan dari aktivitas manusia dan proses alam yang berbentuk padat.
Setiap hari, manusia terus menghasilkan sampah dalam jumlah yang tidak sedikit.
Jika tidak dikelola dengan baik, sampah akan menumpuk dan memenuhi lahan yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain seperti pemukiman, fasilitas umum, atau ruang terbuka hijau.
Masalah pengelolaan sampah menjadi isu yang sangat penting untuk segera ditangani.
Salah satu langkah efektif yang bisa dilakukan adalah dengan mengelola sampah sejak dari sumbernya, yakni di rumah tangga kita sendiri.
Pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada pembuangan yang benar, tetapi juga pada pengurangan sampah itu sendiri.
Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel (DLH Tangsel), Tubagus Apriliandhi Kusumah Perbangsa, menekankan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumber, yakni rumah tangga.
“Pengelolaan sampah itu bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai warga,” ujar Tubagus.
Ia menjelaskan bahwa ada dua pendekatan utama dalam mengatasi sampah, yakni penanganan sampah dan pengurangan sampah.
Salah satu cara efektif untuk mengurangi sampah adalah dengan melakukan daur ulang.
Banyak bahan bekas yang masih memiliki nilai guna jika diolah kembali.
“Misalnya, kertas bekas bisa dijadikan kerajinan tangan atau bahan kemasan, botol plastik bisa dijadikan pot tanaman atau bahan kerajinan, dan minyak jelantah bisa diolah menjadi sabun atau lilin,” jelasnya.
Pemanfaatan sampah adalah langkah yang cerdas, di mana sampah atau produk habis pakai dapat disulap menjadi barang-barang yang bermanfaat.
Berbagai jenis bahan dapat dimanfaatkan, seperti kertas, plastik, logam, kaca, hingga minyak jelantah. Berikut beberapa cara pemanfaatan sampah yang dapat kita lakukan:
- Kertas : Sampah kertas seperti HVS, koran, kardus, majalah, hingga buku bekas bisa digunakan kembali untuk berbagai keperluan, seperti pembungkus makanan, sampul buku sekolah, atau bahkan kemasan produk yang dijual secara daring.
- Plastik : Berbagai jenis plastik, seperti HDPE (botol plastik keras), PET (botol plastik minuman), PVC, LDPE (kantong plastik), hingga PP (wadah makanan dan minuman), dapat dimanfaatkan untuk membuat pot tanaman, produk kerajinan tangan, atau bahkan dekorasi rumah.
- Kaca/Beling : Sampah kaca atau beling yang tidak terpakai bisa didaur ulang menjadi kerajinan kristal kaca yang bernilai seni tinggi, ataupun produk kaca baru yang bermanfaat.
- Sampah Organik : Sampah organik, seperti sisa makanan, sampah dapur, dan sampah kebun, bisa dijadikan pakan ternak atau media tanam yang berguna. Selain itu, minyak jelantah yang sering dibuang begitu saja dapat dimanfaatkan untuk membuat lilin atau sabun batangan.
Untuk mendorong masyarakat lebih aktif dalam daur ulang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel secara rutin mengadakan pelatihan.

Seperti yang baru-baru ini dilakukan, yaitu pelatihan pembuatan ondel-ondel dari botol bekas air mineral untuk pengurus bank sampah di Kecamatan Pamulang pada awal November lalu
“Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis,” tambah Tubagus.
Dengan memanfaatkan sampah, kita tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga mencegah terjadinya penumpukan sampah yang dapat menjadi sumber penyakit dan pencemaran lingkungan.
Proses daur ulang sampah juga berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak negatif bagi bumi.
Dengan daur ulang, masyarakat dapat menciptakan produk-produk kreatif yang memiliki nilai jual tinggi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
DLH Tangsel selain gencar lakukan pelatihan, juga gencar lakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah dari sumber.
Pemerintah Kota Tangsel juga menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk mengelola sampah secara lebih efisien dan berkelanjutan. (ADV)















