Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM) merancang sistem monitoring pelanggaran mahasiswa terintegrasi Artificial Intelligence (AI) berbasis web guna memperkuat pengelolaan kedisiplinan kampus secara modern dan terstruktur.
Rancangan sistem tersebut lahir melalui kegiatan Kerja Praktek yang disusun oleh Intra Sepriansa dan Salsa Nabila, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UNPAM. Sistem bernama SIPADU/KAWA AI itu hadir sebagai solusi atas proses pencatatan pelanggaran mahasiswa yang selama ini masih berlangsung secara manual dan belum terhubung dalam satu sistem terpusat.
Melalui laporan kerja praktek, keduanya menjelaskan bahwa pola pencatatan konvensional berisiko memicu keterlambatan informasi, kesalahan administrasi, hingga kesulitan penelusuran riwayat pelanggaran mahasiswa.
Integrasikan CCTV, AI, Basis Data dan Pelaporan Digital
Karena itu, mereka merancang platform berbasis web dan mobile yang mengintegrasikan teknologi AI, CCTV, basis data, serta sistem pelaporan digital dalam satu ekosistem pengawasan kampus.
SIPADU/KAWA AI tidak hanya berfungsi sebagai media pencatatan pelanggaran. Sistem tersebut juga mendukung proses pelaporan, verifikasi, dokumentasi bukti, identifikasi pelanggar, hingga tindak lanjut kasus secara digital.
Selain itu, pengguna dapat melaporkan pelanggaran melalui formulir digital yang terhubung langsung dengan data mahasiswa. Pelapor juga dapat mengunggah bukti berupa foto maupun video guna memperkuat validitas laporan.
Fitur tersebut membantu kampus meminimalkan risiko penyangkalan terhadap insiden yang tercatat sekaligus mempercepat proses verifikasi.
Pada sisi pengawasan, sistem menyediakan dashboard monitoring bagi administrator untuk memantau jumlah pelanggaran, status penanganan kasus, data mahasiswa terkait, serta riwayat pelanggaran secara lebih terorganisir.
Dashboard itu mempermudah pihak kampus dalam mengambil keputusan berbasis data karena seluruh informasi tersaji secara ringkas dan mudah terlacak.
Selanjutnya, sistem menerapkan pembagian hak akses sesuai peran pengguna. Admin memiliki kewenangan mengelola data utama, mahasiswa, kamera, monitoring, pelanggaran, hingga tanggapan kasus. Kaprodi dapat memantau pelanggaran dalam lingkup program studi masing-masing.
Sementara itu, dosen atau pelapor memperoleh akses untuk membuat laporan kejadian. Mahasiswa pun dapat melihat riwayat pelanggaran pribadi, memberikan klarifikasi, serta memantau perkembangan penanganan kasus.
Integrasi AI menjadi salah satu fitur utama dalam sistem tersebut. Teknologi kecerdasan buatan berfungsi membantu identifikasi pelanggar berdasarkan bukti visual maupun rekaman CCTV.
Meski demikian, AI hanya berperan sebagai alat bantu analisis. Proses penentuan akhir tetap berada dalam pengawasan manusia, seperti admin maupun kaprodi, guna menjaga akurasi dan kehati-hatian pengelolaan data mahasiswa.
Sistem juga mendukung monitoring CCTV berdasarkan lokasi kampus, mulai dari universitas, gedung, lantai, hingga titik kamera tertentu. Dengan mekanisme itu, setiap pelanggaran dapat terlacak berdasarkan waktu dan lokasi kejadian secara lebih detail.
Sistem Terapkan Autentifikssi Berbasis Token
Dari sisi teknologi, KAWA AI menggunakan web frontend, mobile app, backend API, database MySQL, serta file storage sebagai komponen utama pengembangan sistem.
Web frontend berfungsi sebagai antarmuka admin, kaprodi, dan mahasiswa. Mobile app mendukung akses cepat bagi mahasiswa maupun pelapor, sedangkan backend API menangani logika bisnis, autentikasi, validasi, hingga integrasi AI.
Untuk menjaga keamanan data, sistem menerapkan autentikasi berbasis token, validasi data, pemisahan hak akses, serta endpoint khusus integrasi AI. Langkah tersebut penting karena sistem mengelola identitas mahasiswa, riwayat pelanggaran, hingga bukti visual kasus.
Menariknya, mahasiswa juga memperoleh ruang untuk memberikan tanggapan terhadap laporan pelanggaran yang berkaitan dengan dirinya. Fitur itu membuka ruang komunikasi yang lebih transparan antara mahasiswa dan pihak kampus.
Melalui pengembangan SIPADU/KAWA AI, Universitas Pamulang memiliki peluang menghadirkan sistem pengawasan mahasiswa yang lebih modern, transparan, dan terintegrasi.
Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan kecerdasan buatan dapat mendukung tata kelola kedisiplinan, keamanan, dan administrasi kampus secara lebih efektif.
(LIF)















