Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Sejumlah anak di RT.004 dan 005/03 Kademangan Bawah, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, nyaris menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pria mabuk yang identitasnya masih misterius. Beruntung warga berhasil menangkap terduga pelaku dan menyerahkannya kepada polisi setelah sebelumnya menerima bogem mentah warga.
Peristiwa dugaan percobaan pelecehan seksual serta pencurian oleh pria misterius ini terjadi Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB saat gerimis mengguyur wilayah itu.
Salah satu orang tua korban mengungkapkan, terduga pelaku sebelumnya sempat mendekati anak-anak yang sedang melakukan kegiatan latihan untuk kenaikan kelas.
Terduga pelaku menghampiri dua orang anak perempuan usia 12 tahun dan berpura-pura minta nomor Whatsapp. Saat itu korban hendak jajan di warung Madura depan Perumahan Cataliza Residence.
“Terduga pelaku minta nomor WA ke anak saya. Kata anak saya, ‘Saya nggak bawa HP’. Terus anak saya pulang nangis, katanya ada orang gila minta nomor HP,” ujar salah satu orang tua korban kepada HALOBANTEN.COM.
Awalnya, terduga pelaku hanya mengenakan celana kolor warna biru dan tidak mengenakan baju. Namun pas keluar dari area perumahan Cataliza Residence, ia tiba-tiba sudah mengenakan baju. Warga menduga baju yang terduga pelaku pakai merupakan hasil curian.
“Pas keluar dari Cataliza, dia pakai baju. Kayaknya ngambil jemuran baju di Cataliza, saya nggak tahu punya rumah yang mana. Pas ketemu langsung saya omelin,” tutur ibu korban.
“Bang, nggak boleh kayak gitu sama anak kecil’, ‘Pelecehan itu namanya’ kata saya,” kata ibu korban menirukan kata-katanya yang ia lontarkan kepada pria misterius tersebut. Lalu terduga pelaku lari dia ke belakang Gang Jawa.
Terduga Pelaku Hendak Lecehkan Anak Tujuh Tahun
Ternyata, terduga pelaku tidak hanya menyasar satu korba, ia juga menyasar korban lainnya. Di tempat berbeda, terduga pelaku sempat melorotin celana seorang anak perempuan usia tujuh tahun. Namun aksi pelaku kepergok warga. Lalu terduga pelaku lari dan masuk ke dalam rumah salah seorang warga RT.004. Warga menduga terduga pelaku hendak mencuri, namun gagal karena rumah tersebut dalam keadaan terkunci.
Kemudian terduga pelaku lari ke kebun bambu. Warga yang sudah emosi pun ramai-ramai lakukan pengejaran dan meneriaki maling.
Warga lainnya, Hendra mengatakan, saat kejadian anak-anak sedang main hujan-hujanan. Lalu terduga pelaku mengatakan sejumlah korban untuk bermain petak umpet. Lalu, terduga pelaku mengikuti anak perempuan usia tujuh tahun dan hendak memeloroti celana korban. Namun aksinya kepergok warga dan terduga pelaku langsung kabur ke kebun bambu.
Kemudian warga melakukan pencarian dan akhirnya berhasil menangkap terduga pelaku. Sejak saat itulah warga memberikan bogem mentah kepada terduga pelaku. Lalu warga menyerahkannya kepada aparat Polsek Cisauk. Hingga saat ini, HALOBANTEN.COM belum mendapatkan identitas terduga pelaku.
(LIF/JAR)















