“Orang santun naik kereta. Beli tanah di pinggiran kota. Saya berpantun sesuai fakta. Bukan fitnah tapi nyata “.
Agenda Terselubung ?
Mereka yang tidak sepakat penggunaan politik identitas sering menyatakan bahayanya praktik politik identitas yang disebutnya bisa merusak sendi sendi persaudaraan antar anak anak bangsa.
Karena praktik politik identitas disebutnya bisa memicu keterbelahan di tengah masyarakat seperti halnya kejadian di Pilkada DKI Jakarta yang sampai sekarang hampir belum bisa sembuh lukanya, begitu katanya.
Tetapi benarkah demikian kenyataannya?
Dalam pratiknya di Indonesia, bisa dipastikan bahwa pemilu akan terus diwarnai para aktor politik yang membangun citra diri yang lekat dengan symbol simbol kultural atau agama.
Kita akan menemukan baliho para kandidat pemilu dengan pakaian, aksesoris, atau pesan-pesan yang mengasosiasikan diri mereka dengan kelompok identitas tertentu yang terkait dengan SARA.
Jika politik identitas memang tidak terhindarkan dalam setiap kampanye untuk menarik simpati massa mengapa kita harus berpura pura menjauhinya?
Mengapa kampanye anti politik identitas ini begitu massif di suarakan mengalahkan kampanye anti politik uang misalnya?
Jangan jangan kampanye anti politik identitas yang marak akhir akhir ini hanya bertujuan untuk menjegal calon calon penguasa tertentu karena tidak disukai oleh mereka yang sekarang berkuasa.
Atau dimaksudkan untuk sarana menutupi aib disebabkan calon pemimpin yang di usung oleh pihak pihak tertentu minim prestasinya?
Atau bisa juga dimaksudkan untuk menyudutkan kelompok tertentu yang mempunyai kekuatan politik besar yang ada dinegara kita, umat islam misalnya.















