Serpong, HALOBANTEN.COM – Pemkot Tangerang Selatan dan BNN kolaborasi hadapi penyalahgunaan narkoba. Kolaborasi ini dalam rangka mencegah kian maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, pemerintah perlu mengarahkan serta membangun kepentingan agar tidak terjadinya penyalahgunaan narkoba.
Terutama dalam pencegahan obat-obatan terlarang terhadap anak-anak.
Dia menekankan agar semua pihak menjalankan program Kota Layak Anak supaya tidak terjadi penjualan maupun peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan anak-anak.
“Dan yang pasti harus menggencarkan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” ujar Benyamin Davnie saat menghadiri Konsolidasi Kebijakan Kota Tanggap Ancaman Narkoba pada sektor kelembagaan BNN Kota Tangerang Selatan yang di Swiss-Belhotel, Selasa (25/10/2022).
“Kita harus bersikeras lagi, karena anak-anak sekolah ini masih labil soal narkoba,” tambahnya.
Selain itu, pentingnya peran keluarga dalam membentuk anak-anak agar terhindar dari ancaman narkoba.
Keluarga juga perlu meningkatkan perhatian pada anak dan harus menjadi gerakan bersama.
“Kita ingin mengadakan kegiatan-kegiatan menyelamatkan anak bangsa dari ancaman bahaya narkoba,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Banten, Brigjen Pol Hendri Marpaung mengatakan, narkotika merupakan ancaman bagi kehidupan.
BNN menyebutkan, tahun 2019 menunjukan bahwa 3,5 sampai 4 juta orang yang terpapar narkotika.
Kota Tangerang Selatan sudah tanggap atas peredaran hal tersebut.
Tetapi harus tetap siaga karena Tangsel dan Tangerang masuk pada zona merah yang artinya rawan peredaran dan penyalahgunaan.
“Kita akan meningkatkan bagaimana menanggapi peredaran dan penyalahgunaan untuk menyelamatkan anak bangsa dari keterpurukan narkoba,” kata Hendri. “Sebab hal ini sangat membahayakan bagi kehidupan manusia,” lanjutnya. (JEK)















